Bismillahirrahmanirrahim
Dengan nama ALLAH swt, TT mulakan post
************************************************************************
KAF, HA, YA, ‘AIN, SHOD
HA, MIM, ‘AIN, SIN, Qaf
Huruf Kaf : Rahasia nya terbuka tabir.
Huruf Ha’ : Rahasia nya bermaksud Jiwa Keillahian yang keluar dari paru-paru.
Huruf Ya : Rahasia nya Hati Rasulullah yakni hati yang mampu untuk menampung seluruh isi alam.
Huruf ‘Ain : Rahasia nya Hakikat Ujud. Ia asal segala yang ada.
Huruf Shod : Rahasia nya keteguhan ilmu Arifbillah.
Huruf Ha : Rahasia nya pengisian alam dengan keindahan.
Huruf Miim : Rahasia Tauhid. Rahsia nya damai.
Huruf ‘Ain : rahasia nya hakikat ujud.
Huruf Sin : Rahasia nya Allah diatas arasy ujud.
Huruf Qaf : Rahasia nya penerimaan curahan keyakinan.
Kaf: menutup semua/menguasai
Ha: hak
Ya: yang telah ditetapkan sebelumnya
‘ain : ucapan
Shod: yang benar dan nyata.
Menguasai hak yang telah ditetapkan sebelumnya dan ucapan yang benar dan nyata.
Tuesday, October 2, 2012
Tuesday, September 25, 2012
Doa Nabi Musa
Bismillahirrahmanirrahim
Dengan nama ALLAH swt, TT mulakan post
************************************************************************
Suatu hari, Rasulullah saw. berkata kepada para sahabatnya, ‘Maukah kalian aku beritahu tentang ucapan yang diucapkan Musa alayhissalam ketika beliau menyeberangi laut bersama kaumnya, Bani Israil?’
Para sahabat menjawab, ‘Tentu saja kami mau, wahai Rasulullah’
Rasulullah berkata, ‘Nabi Musa berdoa: Allahumma laka al-hamdu, wa ilayka al-musytaka, wa anta al-musta’an, wa la hawla wa la quwwata illa billah al-’aliyy al-azhim’.
Itulah doa yang diucapkan Nabi Musa ketika ia sampai di pinggir laut Merah karena dikejar-kejar tentara Firaun. Allah mengabulkan doanya dengan memerintahkan Musa untuk mengetukkan tongkatnya ke air laut. Seketika, laut terbelah menjadi daratan. Musa beserta kaumnya melintasi lautan yang berubah menjadi daratan itu. Firaun dan tentaranya juga mengikutinya dari belakang. Ketika Musa dan seluruh kaumnya berhasil melintasi lautan itu, maka Allah kembali menutup laut itu dengan air. Maka, tenggelamlah Firaun dan tentaranya.
Anggap saja kita berada di posisi Nabi Musa dan kaumnya itu. Kita tidak bisa keluar dari kejaran musuh. Yang ada hanyalah hamparan lautan. Tidak ada alat apapun yang dapat membawa kita menyeberangi lautan itu. Betapa mencekamnya suasana hati kita saat itu. Apa yang dialami Musa dan kaumnya juga kita alami dalam bentuk masalah yang lain. Namun, apapun masalah itu, Allah senantiasa memberi pertolongan kepada orang-orang beriman.
Allahumma laka al-hamdu… ya Allah, segala puji bagi-Mu
wa ilayka al-musytaka… hanya kepada Engkau-lah tempat mencurahkan segala isi hati
wa anta al-musta’an… dan Engkau adalah Sang Penolong
wa la hawla wa la quwwata illa billah al-aliyy al-azhim… dan tidak ada daya dan kekuatan apa pun jua selain daya dan kekuatan yang datangnya dari Engkau, Tuhan yang Maha Tinggi dan Maha Agung.
Bacalah doa itu dengan hati khusyu’ dan merasa kecil di hadapan Allah swt., niscaya Allah akan mengeluarkan kita dari belenggu kesulitan hidup.
Dengan nama ALLAH swt, TT mulakan post
************************************************************************
Suatu hari, Rasulullah saw. berkata kepada para sahabatnya, ‘Maukah kalian aku beritahu tentang ucapan yang diucapkan Musa alayhissalam ketika beliau menyeberangi laut bersama kaumnya, Bani Israil?’
Para sahabat menjawab, ‘Tentu saja kami mau, wahai Rasulullah’
Rasulullah berkata, ‘Nabi Musa berdoa: Allahumma laka al-hamdu, wa ilayka al-musytaka, wa anta al-musta’an, wa la hawla wa la quwwata illa billah al-’aliyy al-azhim’.
Itulah doa yang diucapkan Nabi Musa ketika ia sampai di pinggir laut Merah karena dikejar-kejar tentara Firaun. Allah mengabulkan doanya dengan memerintahkan Musa untuk mengetukkan tongkatnya ke air laut. Seketika, laut terbelah menjadi daratan. Musa beserta kaumnya melintasi lautan yang berubah menjadi daratan itu. Firaun dan tentaranya juga mengikutinya dari belakang. Ketika Musa dan seluruh kaumnya berhasil melintasi lautan itu, maka Allah kembali menutup laut itu dengan air. Maka, tenggelamlah Firaun dan tentaranya.
Anggap saja kita berada di posisi Nabi Musa dan kaumnya itu. Kita tidak bisa keluar dari kejaran musuh. Yang ada hanyalah hamparan lautan. Tidak ada alat apapun yang dapat membawa kita menyeberangi lautan itu. Betapa mencekamnya suasana hati kita saat itu. Apa yang dialami Musa dan kaumnya juga kita alami dalam bentuk masalah yang lain. Namun, apapun masalah itu, Allah senantiasa memberi pertolongan kepada orang-orang beriman.
Allahumma laka al-hamdu… ya Allah, segala puji bagi-Mu
wa ilayka al-musytaka… hanya kepada Engkau-lah tempat mencurahkan segala isi hati
wa anta al-musta’an… dan Engkau adalah Sang Penolong
wa la hawla wa la quwwata illa billah al-aliyy al-azhim… dan tidak ada daya dan kekuatan apa pun jua selain daya dan kekuatan yang datangnya dari Engkau, Tuhan yang Maha Tinggi dan Maha Agung.
Bacalah doa itu dengan hati khusyu’ dan merasa kecil di hadapan Allah swt., niscaya Allah akan mengeluarkan kita dari belenggu kesulitan hidup.
Kepadamu Kekasih...
Bismillahirrahmanirrahim
Dengan nama ALLAH swt, TT mulakan post
************************************************************************
Kepadamu yang akan menjadi pendampingku kelak...
Kepadamu yang akan menjadi pendampingku kelak..Terima kasih karena telah memilihku di antara ribuan bidadari di luar sana yang siap untuk kau pilih.. Padahal kau begitu tahu, aku hanya wanita biasa, yang sangat jauh dari sempurna.Karenanya ku ingin kau tahu, aku bukan wanita yang sempurna, aku begitu banyak kekurangan. Maka ketahuilah...
Kepadamu yang akan memilihku kelak...
Aku tak sebijak bunda khadijah, karenanya ku ingin kau tahu, aku bisa saja berbuat salah dan begitu menyebalkan. Maka ku mohon padamu, bijaklah dalam menghadapiku, jangan marah padaku, nasihati aku dengan hikmah, karena bagiku kaulah pemimpinku,tak akan berani ku membangkang padamu...
Duhai kau yang telah memilihku kelak...
Ingatlah, tak selamanya aku dapat tampak cantik di matamu, ada kalanya aku akan begitu kusam dan jelek. Mungkin karena aku begitu sibuk berjibaku di dapur,menyiapkan makan untuk kau dan malaikat-malaikat kita nanti –insya’Allah-. Maka aku akan tampak kotor dan berbau asap. Atau karena seharian ku harus membenahi istana kecil kita, agar kau dan malaikat kita dapat tinggal dengan nyaman dan sehat. Maka mungkin aku tak sempat berdandan untuk menyambutmu sepulang bekerja.. Ataukah kau akan menemukanku terkantuk kantuk saat mendengar keluhan dan ceritamu, bukan karena aku tak suka menjadi tempatmu menumpahkan segala rasamu, tapi karena semalam saat kau tertidur dengan nyenyak, aku tak sedetikpun tertidur karena harus menjaga malaikat kecil kita yang sedang rewel, dan ku tau kau letih mengais rezeki untuk kami maka tak ingin ku mengusik sedikit pun lelapmu.. Jadi jika esok pagi kau mendapatiku begitu letih dan ada lingkaran hitam di mataku, maka tetaplah tersenyumpadaku, karena kau adalah kekuatanku...
Padamu yang menjadi nahkoda dalam hidupku kelak...
Ketahuilah, aku tak sesabar Fatimah, ada kalanya kau akan menemukanku begitu marah, menangis dan tak terkontrol, bukan karena ku membangkang padamu, tapi aku hanya wanita biasa, aku juga butuh tempat untuk menumpahkan beban di hatiku,tempat untuk melepaskan penatku, dan mungkin saat itu aku tak menemukanmu, atau kau begitu sibuk dengan pekerjaanmu, maka bersabarlah, yang ku butuhkan hanya pelukan dan belaianmu.. Karena bagiku kau adalah tetesan embun yang mampu memadamkan segala resahku..Ataukah ada kalanya tanganku akan mencubit dan memukul pelan si kecil karena lelah dan penatku di tambh rengekannya yang tak habis-habisnya. Sungguh bukan karena ku ingin menyakitinya, tapi kadang aku kehabisan cara untuk menenangkan hatinya. Maka jangan membentakku karena telah menyakiti buah hati kita, tapi cukup kau usap kepalaku, dan bisikkan kata sayang di telingaku, karena dengan itu ku tau kau selalu menghargai semua yang ku lakukan untuk kalian, dan kau akan menemukan ku menangis menyesali perlakuanku pada malaikat kita, dan aku akan merasakan ribuan kali rasa sakit dari cubitan yang ku berikan padanya, dan aku akan berjanji tak akan mengulanginya lagi...
Padamu yang menjadi imam dalam hidupku kelak...
Ketahuilah, aku tak secerdas aisyah..Maka jangan pernah bosan mengajariku, membimbingku ke arah-Nya, walau kadanga ku begitu bebal dan bodoh, tapi jangan pernah letih mengajariku..Jangan segan membangunkanku di sepertiga malam untuk bersamamu bermunajat pada Kekasih yang Maha Kasih..jangan letih mengingatkanku untuk terus bersamamu mendulang pahala dalam amalan-amalan sunnah..Bimbing tanganku ke JannahNya, agar kau dan aku tetap bersatu di dalamnya.
Padamu yang menjadi kekasih hati dan teman dalam hidupku..
Seiring berjalannya waktu, kau akan menemukan rambutku yang dulu hitam legam dan indah, akan menipis dan memutih. Kulitku yang bersih akan mulai keriput. Tangan ku yang halus akan menjadi kasar.. Dan kau tak akan menemukanku sebagai wanita cantik, yang kau khitbah puluhan tahun yang lalu..Bukan wanita muda yang selalu menyenangkan matamu..Maka jangan pernah berpaling dariku..Karena satu yang tak pernah berubah, bahkan sejak dulu akan terus bertambah dan kian membuncah, yaitu rasa cintaku padamu...
Ketahuilah...
Tiap harinya, tiap jam, menit dan detiknya, telah aku lewati dengan selalu jatuh cinta padamu...
Maka, cintailah aku, dengan apa adanya aku..Jangan berharap aku menjadi wanita sempurna...
Maafkan aku karena aku bukan putri...
Aku hanya wanita biasa...
Dengan nama ALLAH swt, TT mulakan post
************************************************************************
Kepadamu yang akan menjadi pendampingku kelak...
Kepadamu yang akan menjadi pendampingku kelak..Terima kasih karena telah memilihku di antara ribuan bidadari di luar sana yang siap untuk kau pilih.. Padahal kau begitu tahu, aku hanya wanita biasa, yang sangat jauh dari sempurna.Karenanya ku ingin kau tahu, aku bukan wanita yang sempurna, aku begitu banyak kekurangan. Maka ketahuilah...
Kepadamu yang akan memilihku kelak...
Aku tak sebijak bunda khadijah, karenanya ku ingin kau tahu, aku bisa saja berbuat salah dan begitu menyebalkan. Maka ku mohon padamu, bijaklah dalam menghadapiku, jangan marah padaku, nasihati aku dengan hikmah, karena bagiku kaulah pemimpinku,tak akan berani ku membangkang padamu...
Duhai kau yang telah memilihku kelak...
Ingatlah, tak selamanya aku dapat tampak cantik di matamu, ada kalanya aku akan begitu kusam dan jelek. Mungkin karena aku begitu sibuk berjibaku di dapur,menyiapkan makan untuk kau dan malaikat-malaikat kita nanti –insya’Allah-. Maka aku akan tampak kotor dan berbau asap. Atau karena seharian ku harus membenahi istana kecil kita, agar kau dan malaikat kita dapat tinggal dengan nyaman dan sehat. Maka mungkin aku tak sempat berdandan untuk menyambutmu sepulang bekerja.. Ataukah kau akan menemukanku terkantuk kantuk saat mendengar keluhan dan ceritamu, bukan karena aku tak suka menjadi tempatmu menumpahkan segala rasamu, tapi karena semalam saat kau tertidur dengan nyenyak, aku tak sedetikpun tertidur karena harus menjaga malaikat kecil kita yang sedang rewel, dan ku tau kau letih mengais rezeki untuk kami maka tak ingin ku mengusik sedikit pun lelapmu.. Jadi jika esok pagi kau mendapatiku begitu letih dan ada lingkaran hitam di mataku, maka tetaplah tersenyumpadaku, karena kau adalah kekuatanku...
Padamu yang menjadi nahkoda dalam hidupku kelak...
Ketahuilah, aku tak sesabar Fatimah, ada kalanya kau akan menemukanku begitu marah, menangis dan tak terkontrol, bukan karena ku membangkang padamu, tapi aku hanya wanita biasa, aku juga butuh tempat untuk menumpahkan beban di hatiku,tempat untuk melepaskan penatku, dan mungkin saat itu aku tak menemukanmu, atau kau begitu sibuk dengan pekerjaanmu, maka bersabarlah, yang ku butuhkan hanya pelukan dan belaianmu.. Karena bagiku kau adalah tetesan embun yang mampu memadamkan segala resahku..Ataukah ada kalanya tanganku akan mencubit dan memukul pelan si kecil karena lelah dan penatku di tambh rengekannya yang tak habis-habisnya. Sungguh bukan karena ku ingin menyakitinya, tapi kadang aku kehabisan cara untuk menenangkan hatinya. Maka jangan membentakku karena telah menyakiti buah hati kita, tapi cukup kau usap kepalaku, dan bisikkan kata sayang di telingaku, karena dengan itu ku tau kau selalu menghargai semua yang ku lakukan untuk kalian, dan kau akan menemukan ku menangis menyesali perlakuanku pada malaikat kita, dan aku akan merasakan ribuan kali rasa sakit dari cubitan yang ku berikan padanya, dan aku akan berjanji tak akan mengulanginya lagi...
Padamu yang menjadi imam dalam hidupku kelak...
Ketahuilah, aku tak secerdas aisyah..Maka jangan pernah bosan mengajariku, membimbingku ke arah-Nya, walau kadanga ku begitu bebal dan bodoh, tapi jangan pernah letih mengajariku..Jangan segan membangunkanku di sepertiga malam untuk bersamamu bermunajat pada Kekasih yang Maha Kasih..jangan letih mengingatkanku untuk terus bersamamu mendulang pahala dalam amalan-amalan sunnah..Bimbing tanganku ke JannahNya, agar kau dan aku tetap bersatu di dalamnya.
Padamu yang menjadi kekasih hati dan teman dalam hidupku..
Seiring berjalannya waktu, kau akan menemukan rambutku yang dulu hitam legam dan indah, akan menipis dan memutih. Kulitku yang bersih akan mulai keriput. Tangan ku yang halus akan menjadi kasar.. Dan kau tak akan menemukanku sebagai wanita cantik, yang kau khitbah puluhan tahun yang lalu..Bukan wanita muda yang selalu menyenangkan matamu..Maka jangan pernah berpaling dariku..Karena satu yang tak pernah berubah, bahkan sejak dulu akan terus bertambah dan kian membuncah, yaitu rasa cintaku padamu...
Ketahuilah...
Tiap harinya, tiap jam, menit dan detiknya, telah aku lewati dengan selalu jatuh cinta padamu...
Maka, cintailah aku, dengan apa adanya aku..Jangan berharap aku menjadi wanita sempurna...
Maafkan aku karena aku bukan putri...
Aku hanya wanita biasa...
Monday, September 24, 2012
Ukhti, kamu cantik sekali....
Bismillahirrahmanirrahim
Dengan nama ALLAH swt, TT mulakan post
************************************************************************
Ukhti, kamu cantik sekali.....
Tapi hanya di mata manusia,
Sedangkan yang Maha Kuasa tak pernah memandang rupa atau pun bentuk tubuh kita,
Namun Dia melihat pada hati dan amal-amal yang dilakukan hamba-Nya.
Ukhti, kamu cantik sekali.....
Tapi cantik rupa tak akan pernah abadi,
Saat wajah telah kerepot,
rambut pun kusut dan beruban,
tubuh tak lagi tegak dan membongkok dimakan usia,
tak akan ada lagi yang boleh dibanggakan,
Lebih-lebih lagi jika telah memasuki liang lahat,
tentu tak akan ada manusia yang mahu mendekat.
Ukhti, kamu cantik sekali.....
Tapi kecantikan hanyalah pemberian dan untuk apa dibangga-banggakan?
Sebaik-baiknya kecantikan disyukuri dengan cara yang benar,
Mensyukuri kecantikan bukanlah dengan cara mendedahkan,
mencantikkan gambar atau membuat "posing" dalam pelbagai cara,
sedangkan hakikatnya wajah itu bukan milikmu,
Tidakkah engkau merasa malu apabila banyak mata lelaki ajnabi yang memandangmu berhari-hari?
Tidakkah engkau malu ketika wajahmu dinikmati tanpa keizinanmu?
Ataukah rasa malu itu telah punah, musnah?
Betapa sayangnya jika demikian sedangkan ia sebagian daripada keimanan.
Ukhti, kamu cantik sekali.....
Tetapi apakah manfaat pujian dan kekaguman seseorang?
Adakah ia akan menambah pahala daripada-Nya?
Adakah derajatmu akan meninggi di sisi Ilahi setelah dipuji?
Tidak ada yang menjamin wahai ukhti,
Mungkin malah sebaliknya,
wajah cantik itu menjadikanmu tidak punya harga diri dihadapan-Nya,
kerana kamu tak mampu memeliharanya sesuai dengan ketentuan-Nya.
Ukhti, kamu cantik sekali.....
Kecantikan itu harta berharga,
Bukan barang murah yang boleh dinikmati dengan mudah,
Dimanakah nilainya jika setiap mata begitu senang memandang cantiknya rupa,
Dimanakah harganya jika kecantikan itu telah ditayangkan secara umum,
Dimanakah kehormatannya sebagai hamba tuhan jika setiap orang,
baik seorang kafir,musyrik atau munafik begitu mudah menikmati wajah seorang muslimah?
Ukhti, kamu cantik sekali.....
Alangkah indahnya jika kecantikan fizikalmu itu dipadu dengan kecantikan hatimu,
Apalah ertinya cantik rupawan apabila tidak memiliki keimanan,
Apalah gunanya tubuh molek memikat apabila tidak ada rasa malu yang lekat,
Cantikkan dirimu dengan cahaya-Nya,
Cahaya yang bersinar daripada hati yang penuh keimanan,
Hati yang taat sentiasa patuh pada syariat,
Hati yang taqwa, yang selalu menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya,
Hati yang sederhana,
yang tidak berlebihan dalam segala urusan dunia.
Ukhti, kamu cantik sekali.....
Maka tampilkanlah kecantikan di hadapan penciptamu,
kerana itu lebih bermakna daripada menampilkan kecantikanmu pada manusia yang bukan mahrammu,
Tampilkanlah kecantikan di hadapan suamimu,
kerana itu adalah sebagian daripada jihadmu,
Mengabdikan diri pada manusia yang kamu kasihi demi keredhaan Ilahi,
Tampilkanlah kecantikan iman,
dan kecantikan hati kerana itu lebih abadi…
Dengan nama ALLAH swt, TT mulakan post
************************************************************************
Ukhti, kamu cantik sekali.....
Tapi hanya di mata manusia,
Sedangkan yang Maha Kuasa tak pernah memandang rupa atau pun bentuk tubuh kita,
Namun Dia melihat pada hati dan amal-amal yang dilakukan hamba-Nya.
Ukhti, kamu cantik sekali.....
Tapi cantik rupa tak akan pernah abadi,
Saat wajah telah kerepot,
rambut pun kusut dan beruban,
tubuh tak lagi tegak dan membongkok dimakan usia,
tak akan ada lagi yang boleh dibanggakan,
Lebih-lebih lagi jika telah memasuki liang lahat,
tentu tak akan ada manusia yang mahu mendekat.
Ukhti, kamu cantik sekali.....
Tapi kecantikan hanyalah pemberian dan untuk apa dibangga-banggakan?
Sebaik-baiknya kecantikan disyukuri dengan cara yang benar,
Mensyukuri kecantikan bukanlah dengan cara mendedahkan,
mencantikkan gambar atau membuat "posing" dalam pelbagai cara,
sedangkan hakikatnya wajah itu bukan milikmu,
Tidakkah engkau merasa malu apabila banyak mata lelaki ajnabi yang memandangmu berhari-hari?
Tidakkah engkau malu ketika wajahmu dinikmati tanpa keizinanmu?
Ataukah rasa malu itu telah punah, musnah?
Betapa sayangnya jika demikian sedangkan ia sebagian daripada keimanan.
Ukhti, kamu cantik sekali.....
Tetapi apakah manfaat pujian dan kekaguman seseorang?
Adakah ia akan menambah pahala daripada-Nya?
Adakah derajatmu akan meninggi di sisi Ilahi setelah dipuji?
Tidak ada yang menjamin wahai ukhti,
Mungkin malah sebaliknya,
wajah cantik itu menjadikanmu tidak punya harga diri dihadapan-Nya,
kerana kamu tak mampu memeliharanya sesuai dengan ketentuan-Nya.
Ukhti, kamu cantik sekali.....
Kecantikan itu harta berharga,
Bukan barang murah yang boleh dinikmati dengan mudah,
Dimanakah nilainya jika setiap mata begitu senang memandang cantiknya rupa,
Dimanakah harganya jika kecantikan itu telah ditayangkan secara umum,
Dimanakah kehormatannya sebagai hamba tuhan jika setiap orang,
baik seorang kafir,musyrik atau munafik begitu mudah menikmati wajah seorang muslimah?
Ukhti, kamu cantik sekali.....
Alangkah indahnya jika kecantikan fizikalmu itu dipadu dengan kecantikan hatimu,
Apalah ertinya cantik rupawan apabila tidak memiliki keimanan,
Apalah gunanya tubuh molek memikat apabila tidak ada rasa malu yang lekat,
Cantikkan dirimu dengan cahaya-Nya,
Cahaya yang bersinar daripada hati yang penuh keimanan,
Hati yang taat sentiasa patuh pada syariat,
Hati yang taqwa, yang selalu menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya,
Hati yang sederhana,
yang tidak berlebihan dalam segala urusan dunia.
Ukhti, kamu cantik sekali.....
Maka tampilkanlah kecantikan di hadapan penciptamu,
kerana itu lebih bermakna daripada menampilkan kecantikanmu pada manusia yang bukan mahrammu,
Tampilkanlah kecantikan di hadapan suamimu,
kerana itu adalah sebagian daripada jihadmu,
Mengabdikan diri pada manusia yang kamu kasihi demi keredhaan Ilahi,
Tampilkanlah kecantikan iman,
dan kecantikan hati kerana itu lebih abadi…
Saturday, September 8, 2012
Nafsu Manosia
Bismillahirrahmanirrahim
Dengan nama ALLAH swt, TT mulakan post
************************************************************************
Begini, di dalam jiwa manusia ada tiga nafsu.
Pertama, nafsu muthmainnah,
yaitu nafsu yang mengajak pada kebaikan.
Kedua, nafsu lawwamah yaitu nafsu yang
memberikan peringatan.
Ketiga, nafsu amarah,
yaitu nafsu yang mengajak pada keburukan.
Ketiga nafsu tersebut hidup dalam jiwa manusia sambil memainkan fungsinya masing-masing.
Kita lihat contoh berikut...
Suatu waktu kita berniat berbohong untuk yang pertama kalinya.
nafsu lawwamah mengingatkan:
“Bohong itu nggak baik, dosa.”
Kemudian ...
nafsu muthmainnah berkata, “Makanya,
jangan bohong!”.
Tapi ...
nafsu amarah berkata
sebaliknya: “Sekali-sekali mah nggak apaapa bohong!”
Maka, terjadilah tarik menarik antara nafsu muthmainnah dengan nafsu amarah.
Dalam peperangan antara keduanafsu tersebut, malaikat membantu nafsu muthmainnah dan setan membantu nafsu amarah dengan kekuatan yang sama.
Di sinilah akal memainkan perannya. Karena dibantu oleh pertimbangan akal, semestinya nafsu muthmainnah yang menang. Namun, akal kita sering tak berfungsi karena kita memperturutkan nafsu amarah.
Saat nafsu amarah menang dalam pertempuran tersebut dan kita berbohong untuk pertama kalinya, kita akan menyesal, gelisah, tidak bisa tidur, tidak enak makan, takut ketahuan, dan takut dosa. Perasaan ini dimunculkan oleh nafsu lawwamah yang tadi telah memberi peringatan bahwa bohong itu nggak baik.
Namun, bila pada masa-masa selanjutnya nafsu amarah selalu menang dan kita berbohong untuk kedua kalinya, ketiga, keempat, dan seterusnya sampai menjadi kebiasaan, perasaan menyesal dan gelisah semakin berkurang. Saat bohong sudah menjadi karakter, perasaan menyesal akan berubah menjadi rasa bangga karena kita menganggap telah berhasil mengelabui orang. Ini terjadi karena nafsu lawwamah sudah sangat lelah memberikan peringatan pada kita.
Sekarang kita lihat bagaimana bila nafsu muthmainnah yang menang dalam pertempuran tersebut....
Saat nafsu muthmainah menang, hati kita akan merasa sangat lega dan perasaan menjadi tenang walaupun harus menghadapi risiko dengan berkata jujur. Akal kita pun dapat berfungsi dengan baik sehingga berhasil mengontrol nafsu amarah. Nah, pada saat seperti inillah nilai kita sebagai manusia di hadapan Allah
menjadi sangat tinggi, melebihi derajat para malaikat.
Mengapa demikian?
Karena kita telah bersusah payah bertempur melawan nafsu amarah untuk dapat berjalan di atas rel kebenaran dan patuh terhadap ketentuan dari Sang Pencipta. Sedangkan para malaikat, mereka tidak memerlukan perjuangan sedikit pun untuk patuh kepada Allah karena mereka tidak memiliki nafsu.
Artinya, proses perjuangan manusia dalam menekan sifat-sifat buruk yang ada dalam dirinya sangat dihargai oleh Allah, sehingga Ia menjanjikan Surga di alam akhirat, sebuah kenikmatan tak berujung, kebahagiaan abadi.
Dengan nama ALLAH swt, TT mulakan post
************************************************************************
Begini, di dalam jiwa manusia ada tiga nafsu.
Pertama, nafsu muthmainnah,
yaitu nafsu yang mengajak pada kebaikan.
Kedua, nafsu lawwamah yaitu nafsu yang
memberikan peringatan.
Ketiga, nafsu amarah,
yaitu nafsu yang mengajak pada keburukan.
Ketiga nafsu tersebut hidup dalam jiwa manusia sambil memainkan fungsinya masing-masing.
Kita lihat contoh berikut...
Suatu waktu kita berniat berbohong untuk yang pertama kalinya.
nafsu lawwamah mengingatkan:
“Bohong itu nggak baik, dosa.”
Kemudian ...
nafsu muthmainnah berkata, “Makanya,
jangan bohong!”.
Tapi ...
nafsu amarah berkata
sebaliknya: “Sekali-sekali mah nggak apaapa bohong!”
Maka, terjadilah tarik menarik antara nafsu muthmainnah dengan nafsu amarah.
Dalam peperangan antara keduanafsu tersebut, malaikat membantu nafsu muthmainnah dan setan membantu nafsu amarah dengan kekuatan yang sama.
Di sinilah akal memainkan perannya. Karena dibantu oleh pertimbangan akal, semestinya nafsu muthmainnah yang menang. Namun, akal kita sering tak berfungsi karena kita memperturutkan nafsu amarah.
Saat nafsu amarah menang dalam pertempuran tersebut dan kita berbohong untuk pertama kalinya, kita akan menyesal, gelisah, tidak bisa tidur, tidak enak makan, takut ketahuan, dan takut dosa. Perasaan ini dimunculkan oleh nafsu lawwamah yang tadi telah memberi peringatan bahwa bohong itu nggak baik.
Namun, bila pada masa-masa selanjutnya nafsu amarah selalu menang dan kita berbohong untuk kedua kalinya, ketiga, keempat, dan seterusnya sampai menjadi kebiasaan, perasaan menyesal dan gelisah semakin berkurang. Saat bohong sudah menjadi karakter, perasaan menyesal akan berubah menjadi rasa bangga karena kita menganggap telah berhasil mengelabui orang. Ini terjadi karena nafsu lawwamah sudah sangat lelah memberikan peringatan pada kita.
Sekarang kita lihat bagaimana bila nafsu muthmainnah yang menang dalam pertempuran tersebut....
Saat nafsu muthmainah menang, hati kita akan merasa sangat lega dan perasaan menjadi tenang walaupun harus menghadapi risiko dengan berkata jujur. Akal kita pun dapat berfungsi dengan baik sehingga berhasil mengontrol nafsu amarah. Nah, pada saat seperti inillah nilai kita sebagai manusia di hadapan Allah
menjadi sangat tinggi, melebihi derajat para malaikat.
Mengapa demikian?
Karena kita telah bersusah payah bertempur melawan nafsu amarah untuk dapat berjalan di atas rel kebenaran dan patuh terhadap ketentuan dari Sang Pencipta. Sedangkan para malaikat, mereka tidak memerlukan perjuangan sedikit pun untuk patuh kepada Allah karena mereka tidak memiliki nafsu.
Artinya, proses perjuangan manusia dalam menekan sifat-sifat buruk yang ada dalam dirinya sangat dihargai oleh Allah, sehingga Ia menjanjikan Surga di alam akhirat, sebuah kenikmatan tak berujung, kebahagiaan abadi.
Wednesday, May 30, 2012
Doa Selepas Akad Nikah
Bismillahirrahmanirrahim
Dengan nama ALLAH swt, TT mulakan post
************************************************************************
Selepas majlis akad nikah, pada malam pengantin sebelum memulakan adab-adab berpengantin yang lain, hendaklah suami meletakkan tangan kenannya di atas ubun-ubun kepala isterinya sambil berdoa:
“Ya Allah, aku memohon kepadaMU kebaikan yang telah Engkau selubungi ke atasnya, dan aku berlindung dari keburukannya dan keburukan yeng telah Engkau selubungi ke atasnya. Ya Allah berkatilah isteriku ini atasku dan lindungi dirinya dari segala keburukan perbuatan orang-orang yang dengki dan perbuatan tukang sihir apabila dia telah melakukan sihir dan perbuatan orang-orang yang suka melakukan tipu daya
: (Riwayat Abu daud dan Menurut Al Albaaniy Sanadnya Baik)
Dengan nama ALLAH swt, TT mulakan post
************************************************************************
Selepas majlis akad nikah, pada malam pengantin sebelum memulakan adab-adab berpengantin yang lain, hendaklah suami meletakkan tangan kenannya di atas ubun-ubun kepala isterinya sambil berdoa:
“Ya Allah, aku memohon kepadaMU kebaikan yang telah Engkau selubungi ke atasnya, dan aku berlindung dari keburukannya dan keburukan yeng telah Engkau selubungi ke atasnya. Ya Allah berkatilah isteriku ini atasku dan lindungi dirinya dari segala keburukan perbuatan orang-orang yang dengki dan perbuatan tukang sihir apabila dia telah melakukan sihir dan perbuatan orang-orang yang suka melakukan tipu daya
: (Riwayat Abu daud dan Menurut Al Albaaniy Sanadnya Baik)
Doa Cinta Pengantin
Bismillahirrahmanirrahim
Dengan nama ALLAH swt, TT mulakan post
************************************************************************
Ya Allah
Andai Kau berkenan, limpahkanlah kepada kami cinta
yang menjadikan pengikat rindu Rasulullah dan
Khadijatul Qubra, yang Kau jadikan mata air
kasih sayang Imam Ali dan Fatimah Azzahra
yang Kau jadikan penghias nabi-Mu yang suci
Ya Allah
Kami bersujud memohon ridho-Mu, jadikanlah kami
pasangan yang saling mencintai dikala dekat, menjaga
kehormatan dikala jauh, saling menghibur dikala
duka, mengingatkan dikala bahagia serta saling
mendo’akan dalam ketaqwaan dan kebaikan
Ya Allah
Sempurnakanlah kebahagiaan kami dengan menjadikan
pernikahan kami ini sebagai iabadah kepada-Mu
dan bakti cinta kami kepada Rasul-Mu
Amien…
Dengan nama ALLAH swt, TT mulakan post
************************************************************************
Ya Allah
Andai Kau berkenan, limpahkanlah kepada kami cinta
yang menjadikan pengikat rindu Rasulullah dan
Khadijatul Qubra, yang Kau jadikan mata air
kasih sayang Imam Ali dan Fatimah Azzahra
yang Kau jadikan penghias nabi-Mu yang suci
Ya Allah
Kami bersujud memohon ridho-Mu, jadikanlah kami
pasangan yang saling mencintai dikala dekat, menjaga
kehormatan dikala jauh, saling menghibur dikala
duka, mengingatkan dikala bahagia serta saling
mendo’akan dalam ketaqwaan dan kebaikan
Ya Allah
Sempurnakanlah kebahagiaan kami dengan menjadikan
pernikahan kami ini sebagai iabadah kepada-Mu
dan bakti cinta kami kepada Rasul-Mu
Amien…
Doa Patah Hati
Bismillahirrahmanirrahim
Dengan nama ALLAH swt, TT mulakan post
************************************************************************
Ya Allah…
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan mejadi teman menapaki hidupku
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi.
Dan ya Allah… ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi
Tetapi ya Allah…
Seandainya telah Engkau takdirkan… …
Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku
Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti…
Berikanlah daku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya
Dan ya Allah yang tercinta…
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya….
Ya Allah ya Tuhanku…
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini
Ya Allah…
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang naif ini
Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat
Menjuruskan daku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya daku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh….
amin!!!
Dengan nama ALLAH swt, TT mulakan post
************************************************************************
Ya Allah…
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan mejadi teman menapaki hidupku
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi.
Dan ya Allah… ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi
Tetapi ya Allah…
Seandainya telah Engkau takdirkan… …
Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku
Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti…
Berikanlah daku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya
Dan ya Allah yang tercinta…
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya….
Ya Allah ya Tuhanku…
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini
Ya Allah…
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang naif ini
Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat
Menjuruskan daku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya daku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh….
amin!!!
Friday, December 23, 2011
AndaI MasA DapaT DiPutaR
Bismillahirrahmanirrahim
Dengan nama ALLAH swt, TT mulakan post
************************************************************************
Seorang lelaki, amat mencintai seorang perempuan. Lalu bergerak untuk menikahi perempuan yang dia cintai. Melamar dengan baik melalui keluarga. Perempuan itu, merasakan dirinya terpaksa, dan di awal ketika lelaki itu melamar, perempuan itu bercerita itu dan ini yang buruk berkenaan lelaki itu kepada rakan-rakannya, merasakan dirinya terpaksa, merasakan dirinya ditekan, sedangkan perempuan itu tidak mengenali lelaki tersebut dengan baik pun ketika itu.
Masa berjalan. Nyata sepanjang mereka menjalani proses ta'aruf semasa pertunangan, lelaki Tersebut berbeza daripada apa yang disangka perempuan itu sebelum ini. Tetapi telah terlepas cerita, perasaan tidak senangnya, kepada rakan-rakan yang mengenali. Cerita itu berpindah dari mulut ke mulut, ditokok tambah, disalah faham, dan akhirnya Lelaki itu ditohmah, dicerca, difitnah. Seperti penjenayah layaknya dia dalam hubungan itu.
Lelaki itu pernah berkata: "Awak, bersihkanlah semula nama saya. Tidakkah awak sekarang bahagia?"
Perempuan itu menjawab: "Alah, perkara sudah berlalu. Janganlah simpan di dalam hatimu. Kita kena memaafkan orang. Jadi pemaaf."
Mudah. Lelaki itu tersenyum kelat. Dan diam.
Masa berjalan, dan mereka selamat melangsungkan perkahwinan.
Sehari selepas itu, lelaki itu membawa isterinya ke satu padang.
"Pinjam phone awak, sayang."
"Nah. Nak call siapa? Kenapa tak pakai awak punya phone?" Isterinya bertanya.
Tanpa menjawab, lelaki itu terus melempar telefon isterinya ke hujung padang.
Si isteri terdiam.
Kemudian lelaki itu memandang kepada isterinya.
"Maafkan saya." Dia bersuara.
Si isteri masih tergamam. Lelaki itu pergi ke hujung padang, dan mengambil telefon bimbit itu semula. Casingnya telah retak.
"Nah, saya bagi semula. Maafkan saya." Lelaki itu meletakkan telefon isterinya pada tangan isterinya.
"Ke... kenapa...?" Isterinya terketar-ketar. Perasaan bercampur baur. Matanya bergenang.
Lelaki itu sekadar tersenyum.
"Awak. Lihat. Apakah apabila saya minta maaf kali pertama itu, phone awak akan kembali, kalau saya tidak pergi ambil?"
Diam.
"Kemudian awak lihat. Apakah apabila saya minta maaf kali kedua itu, phone awak yang dah retak ini, terus menjadi seperti sebelum saya baling?"
Diam. Air mata mula mengalir.
"Dan bayangkan kalau saya tidak ambil semula. Dan saya sekadar cakap pada awak: Maafkanlah saya. Kita kena memaafkan orang. Jadilah pemaaf. Apa awak rasa? Apakah phone awak akan automatik kembali kepada tangan awak dalam keadaan baik?"
Dan air mata itu mengalir deras.
"Sayang, maaf tidak boleh memutarkan waktu. Walau kita bersungguh menebus kesalahan kita, cuba perbaiki keadaan yang telah kita kucar-kacirkan, pun tetap tidak boleh memutarkan waktu. Yang terjadi telah terjadi. Tetapi sekurang-kurangnya, itu menunjukkan kesungguhan kita dalam meminta maaf, menenangkan sedikit, mengubat sedikit, hati orang yang telah kita lukakan."
"Hati saya lebih fragile daripada phone awak, awak tahu?" Dan lelaki itu menarik perempuan itu pada dakapannya. "Awak kena tebus salah awak, dengan menjadi isteri yang baik kepada saya."
Dan perempuan itu tidak mampu berkata-kata.
Pada kala itu, di dalam jiwanya hanya ada satu harapan:
"Kalaulah boleh diputarkan masa. Sungguh, dia selama ini telah melukakan orang yang amat mencintainya."
------------------------------------------------------------------
Moral of the story, macam itulah. Kita ini, kadang-kadang bila buat salah pada orang, kita senang sahaja nak claim pada orang itu agar jadi pemaaf. Sedangkan, kita pula, meminta maaf sambil lewa sahaja.
Kita terlupa, bila kita ketuk paku pada dinding, kalau kita cabut balik semula pun, bekasnya tetap masih ada.
Maka sebaiknya kita berfikir 1000 kali sebelum sakitkan hati orang, fitnah orang, cerca orang, dan kalaulah 'ter'buat juga, usahalah bersungguh-sungguh menebus kesalahan kita. Jangan sekadar pandai mengucap 'maaf' sahaja.
Masa tidak boleh diputar,
apa yang berlaku tidak boleh ditukar.
Jangan lakukan perkara yang bodoh. MEngapa tidak kita belajar selidik dahulu, dan buka hati kita.
Dengan nama ALLAH swt, TT mulakan post
************************************************************************
Seorang lelaki, amat mencintai seorang perempuan. Lalu bergerak untuk menikahi perempuan yang dia cintai. Melamar dengan baik melalui keluarga. Perempuan itu, merasakan dirinya terpaksa, dan di awal ketika lelaki itu melamar, perempuan itu bercerita itu dan ini yang buruk berkenaan lelaki itu kepada rakan-rakannya, merasakan dirinya terpaksa, merasakan dirinya ditekan, sedangkan perempuan itu tidak mengenali lelaki tersebut dengan baik pun ketika itu.
Masa berjalan. Nyata sepanjang mereka menjalani proses ta'aruf semasa pertunangan, lelaki Tersebut berbeza daripada apa yang disangka perempuan itu sebelum ini. Tetapi telah terlepas cerita, perasaan tidak senangnya, kepada rakan-rakan yang mengenali. Cerita itu berpindah dari mulut ke mulut, ditokok tambah, disalah faham, dan akhirnya Lelaki itu ditohmah, dicerca, difitnah. Seperti penjenayah layaknya dia dalam hubungan itu.
Lelaki itu pernah berkata: "Awak, bersihkanlah semula nama saya. Tidakkah awak sekarang bahagia?"
Perempuan itu menjawab: "Alah, perkara sudah berlalu. Janganlah simpan di dalam hatimu. Kita kena memaafkan orang. Jadi pemaaf."
Mudah. Lelaki itu tersenyum kelat. Dan diam.
Masa berjalan, dan mereka selamat melangsungkan perkahwinan.
Sehari selepas itu, lelaki itu membawa isterinya ke satu padang.
"Pinjam phone awak, sayang."
"Nah. Nak call siapa? Kenapa tak pakai awak punya phone?" Isterinya bertanya.
Tanpa menjawab, lelaki itu terus melempar telefon isterinya ke hujung padang.
Si isteri terdiam.
Kemudian lelaki itu memandang kepada isterinya.
"Maafkan saya." Dia bersuara.
Si isteri masih tergamam. Lelaki itu pergi ke hujung padang, dan mengambil telefon bimbit itu semula. Casingnya telah retak.
"Nah, saya bagi semula. Maafkan saya." Lelaki itu meletakkan telefon isterinya pada tangan isterinya.
"Ke... kenapa...?" Isterinya terketar-ketar. Perasaan bercampur baur. Matanya bergenang.
Lelaki itu sekadar tersenyum.
"Awak. Lihat. Apakah apabila saya minta maaf kali pertama itu, phone awak akan kembali, kalau saya tidak pergi ambil?"
Diam.
"Kemudian awak lihat. Apakah apabila saya minta maaf kali kedua itu, phone awak yang dah retak ini, terus menjadi seperti sebelum saya baling?"
Diam. Air mata mula mengalir.
"Dan bayangkan kalau saya tidak ambil semula. Dan saya sekadar cakap pada awak: Maafkanlah saya. Kita kena memaafkan orang. Jadilah pemaaf. Apa awak rasa? Apakah phone awak akan automatik kembali kepada tangan awak dalam keadaan baik?"
Dan air mata itu mengalir deras.
"Sayang, maaf tidak boleh memutarkan waktu. Walau kita bersungguh menebus kesalahan kita, cuba perbaiki keadaan yang telah kita kucar-kacirkan, pun tetap tidak boleh memutarkan waktu. Yang terjadi telah terjadi. Tetapi sekurang-kurangnya, itu menunjukkan kesungguhan kita dalam meminta maaf, menenangkan sedikit, mengubat sedikit, hati orang yang telah kita lukakan."
"Hati saya lebih fragile daripada phone awak, awak tahu?" Dan lelaki itu menarik perempuan itu pada dakapannya. "Awak kena tebus salah awak, dengan menjadi isteri yang baik kepada saya."
Dan perempuan itu tidak mampu berkata-kata.
Pada kala itu, di dalam jiwanya hanya ada satu harapan:
"Kalaulah boleh diputarkan masa. Sungguh, dia selama ini telah melukakan orang yang amat mencintainya."
------------------------------------------------------------------
Moral of the story, macam itulah. Kita ini, kadang-kadang bila buat salah pada orang, kita senang sahaja nak claim pada orang itu agar jadi pemaaf. Sedangkan, kita pula, meminta maaf sambil lewa sahaja.
Kita terlupa, bila kita ketuk paku pada dinding, kalau kita cabut balik semula pun, bekasnya tetap masih ada.
Maka sebaiknya kita berfikir 1000 kali sebelum sakitkan hati orang, fitnah orang, cerca orang, dan kalaulah 'ter'buat juga, usahalah bersungguh-sungguh menebus kesalahan kita. Jangan sekadar pandai mengucap 'maaf' sahaja.
Masa tidak boleh diputar,
apa yang berlaku tidak boleh ditukar.
Jangan lakukan perkara yang bodoh. MEngapa tidak kita belajar selidik dahulu, dan buka hati kita.
Monday, December 19, 2011
IkhlaS Dlm CintA
Bismillahirrahmanirrahim
Dengan nama ALLAH swt, TT mulakan post
************************************************************************
Pada zaman dahulu, ada seorang jejaka yang sangat suka membaca dan selalu menghabiskan masanya di perpustakaan pada waktu lapang. Dia amat suka membaca novel dan buku cerita. Pada suatu hari, dia telah terjumpa sebuah novel yang ada tertulis pada kulit novel itu nama dan alamat seorang gadis di salah satu muka suratnya. Tertulis di situ : “Catrina, ikhlas dan perlukan sahabat.”
Tergerak hati jejaka untuk mengutus surat kepada si gadis misteri itu. Setelah pulang ke rumah, jejaka itu menulis surat untuk memberitahu niat ingin berkawan dengan gadis itu. Beberapa hari kemudian si jejaka mendapat balasan daripada gadis tersebut bahawa dia juga bersetuju untuk berkawan dengan si jejaka.
Hari betukar minggu dan minggu bertukar bulan. Persahabatan mula bertukar kepada perasaan sayang. Namun begitu mereka masih belum pernah bersua muka. Si jejaka ingin sekali bertemu si gadis misteri dan begitu juga dengan si gadis. Walaupun kedua-keduanya masih belum melihat rupa masing-masing, tetapi perasaan sayang tetap berbuku di hati.
Pada suatu hari, si jejaka dipanggil oleh bala tentera untuk pergi ke medan perang. Si jejaka merasa amat susah hati kerana dia bimbang sekiranya dia mungkin tidak dapat berjumpa dengan si gadis kesayangannya. Maka diutuskannya sepucuk surat berbunyi, “kalau Allah panjangkan jodoh kita, dan andai kamu masih sayang padaku, kita berjumpalah di stesen keretapi pada hari perang diumumkan tamat nanti. Aku akan memakai pakaian tenteraku dan membawa sekuntum mawar berwarna merah. Aku akan mengenali kamu sekiranya kamu juga memegang sekuntum bunga mawar merah. Setelah itu izinkanlah aku membawamu untuk makan malam dan bertemu orang tuaku.”
Maka pergi lah jejaka ke medan perang dengan tenang setelah mengutuskan surat itu…
Beberapa bulan kemudian…
Pada hari pengumuman perang tamat, si jejaka pergi ke stesen keretapi yang dijanjikan sambil memegang sekuntum bunga mawar merah di tangannya. Diperhatikannya seorang demi seorang gadis yang berada di stesen keretapi itu sekiranya ada yang turut memegang bunga mawar merah sepertinya.
Tiba-tiba, si jejaka ternampak seorang gadis yang agak berisi, sedikit hitam dan berjerawat mukanya duduk di kerusi roda sambil melihat sekeliling seolah-olah mencari seseorang. Kakinya kudung dan tangannya cacat sebelah. Sebelah lagi tangannya memegang sekuntum bunga mawar berwarna merah. Si jejaka sangat terkejut melihat keadaan fizikal dan wajah gadis pujaannya selama ini amat berbeza dari imaginasinya, namun dia memberanikan diri menghampiri gadis tersebut.
“Catrina?”
Gadis itu melihat ke arah si jejaka dan tersenyum ceria. Si jejaka terus menghulurkan bunga mawar kepada si gadis dan berkata, “aku amat merinduimu. Terimalah bunga ini dan pelawaanku untuk makan malam bersama kedua ibu bapaku. Orang tuaku tidak sabar-sabar lagi untuk bertemu denganmu,” kata jejaka itu.
Si gadis itu tersenyum lagi dan berkata, “Aku tidak tahu apa yang terjadi. Tetapi ada seorang gadis cantik jelita memberikan bunga ini kepadaku sebentar tadi. Dia memintaku memberitahu kamu bahawa dia sedang menunggu kamu di restoran di hadapan stesen ini sekiranya kamu mempelawaku makan malam dan bertemu orang tuamu.”
—————TAMAT——————
Berapa ramaikah manusia yang sesuci hati jejaka ini? Dia melihat kepada hati dan bukan kepada rupa. Dia telah mengotakan janjinya dan tetap berpegang kepada perasaan sayang walaupun pada mulanya dia menjangkakan gadis cacat itu adalah Catrina. Masihkah lagi wujud lelaki seikhlas dan seluhur hati pemuda itu?
Dengan nama ALLAH swt, TT mulakan post
************************************************************************
Pada zaman dahulu, ada seorang jejaka yang sangat suka membaca dan selalu menghabiskan masanya di perpustakaan pada waktu lapang. Dia amat suka membaca novel dan buku cerita. Pada suatu hari, dia telah terjumpa sebuah novel yang ada tertulis pada kulit novel itu nama dan alamat seorang gadis di salah satu muka suratnya. Tertulis di situ : “Catrina, ikhlas dan perlukan sahabat.”
Tergerak hati jejaka untuk mengutus surat kepada si gadis misteri itu. Setelah pulang ke rumah, jejaka itu menulis surat untuk memberitahu niat ingin berkawan dengan gadis itu. Beberapa hari kemudian si jejaka mendapat balasan daripada gadis tersebut bahawa dia juga bersetuju untuk berkawan dengan si jejaka.
Hari betukar minggu dan minggu bertukar bulan. Persahabatan mula bertukar kepada perasaan sayang. Namun begitu mereka masih belum pernah bersua muka. Si jejaka ingin sekali bertemu si gadis misteri dan begitu juga dengan si gadis. Walaupun kedua-keduanya masih belum melihat rupa masing-masing, tetapi perasaan sayang tetap berbuku di hati.
Pada suatu hari, si jejaka dipanggil oleh bala tentera untuk pergi ke medan perang. Si jejaka merasa amat susah hati kerana dia bimbang sekiranya dia mungkin tidak dapat berjumpa dengan si gadis kesayangannya. Maka diutuskannya sepucuk surat berbunyi, “kalau Allah panjangkan jodoh kita, dan andai kamu masih sayang padaku, kita berjumpalah di stesen keretapi pada hari perang diumumkan tamat nanti. Aku akan memakai pakaian tenteraku dan membawa sekuntum mawar berwarna merah. Aku akan mengenali kamu sekiranya kamu juga memegang sekuntum bunga mawar merah. Setelah itu izinkanlah aku membawamu untuk makan malam dan bertemu orang tuaku.”
Maka pergi lah jejaka ke medan perang dengan tenang setelah mengutuskan surat itu…
Beberapa bulan kemudian…
Pada hari pengumuman perang tamat, si jejaka pergi ke stesen keretapi yang dijanjikan sambil memegang sekuntum bunga mawar merah di tangannya. Diperhatikannya seorang demi seorang gadis yang berada di stesen keretapi itu sekiranya ada yang turut memegang bunga mawar merah sepertinya.
Tiba-tiba, si jejaka ternampak seorang gadis yang agak berisi, sedikit hitam dan berjerawat mukanya duduk di kerusi roda sambil melihat sekeliling seolah-olah mencari seseorang. Kakinya kudung dan tangannya cacat sebelah. Sebelah lagi tangannya memegang sekuntum bunga mawar berwarna merah. Si jejaka sangat terkejut melihat keadaan fizikal dan wajah gadis pujaannya selama ini amat berbeza dari imaginasinya, namun dia memberanikan diri menghampiri gadis tersebut.
“Catrina?”
Gadis itu melihat ke arah si jejaka dan tersenyum ceria. Si jejaka terus menghulurkan bunga mawar kepada si gadis dan berkata, “aku amat merinduimu. Terimalah bunga ini dan pelawaanku untuk makan malam bersama kedua ibu bapaku. Orang tuaku tidak sabar-sabar lagi untuk bertemu denganmu,” kata jejaka itu.
Si gadis itu tersenyum lagi dan berkata, “Aku tidak tahu apa yang terjadi. Tetapi ada seorang gadis cantik jelita memberikan bunga ini kepadaku sebentar tadi. Dia memintaku memberitahu kamu bahawa dia sedang menunggu kamu di restoran di hadapan stesen ini sekiranya kamu mempelawaku makan malam dan bertemu orang tuamu.”
—————TAMAT——————
Berapa ramaikah manusia yang sesuci hati jejaka ini? Dia melihat kepada hati dan bukan kepada rupa. Dia telah mengotakan janjinya dan tetap berpegang kepada perasaan sayang walaupun pada mulanya dia menjangkakan gadis cacat itu adalah Catrina. Masihkah lagi wujud lelaki seikhlas dan seluhur hati pemuda itu?
HinaaN & PujiaN
Bismillahirrahmanirrahim
Dengan nama ALLAH swt, TT mulakan post
************************************************************************
Terdapat dua ekor itik dan seekor kura-kura yang bersahabat baik tinggal di suatu kawasan yang semakin kering dek kemarau panjang. Binatang-binatang yang bermastautin di situ telah lama meninggalkan tempat tersebut memandangkan semakin hari semakin sukar untuk mendapatkan makanan dan minuman. Semua kolam kering dan tumbuh-tumbuhan semakin kekuningan dimamah sinaran mentari yang hangat membahang.
Disebabkan keadaan semakin mendesak, maka dua ekor itik itupun telah berpakat dan mengambil keputusan untuk berpindah ke kawasan yang lebih lembab dan berair. Kura-kura berasa risau memandangkan sahabat baiknya ingin meninggalkan tempat tersebut. Dengan keadaannya yang bergerak lambat dan tidak boleh terbang seperti mereka, agak mustahil untuk dirinya mengikuti jejak langkah mereka. Maka dia pun berkatalah kepada kedua-dua ekor itik tersebut.
“Kalian hendak berpindah, nanti aku akan mati kekeringan di sini. Aku tidak mampu terbang mengikutimu mencari tempat yang lebih baik. “
“Hmmm.. betul juga kata kamu Si Kura-Kura. Owh, tidak mengapa jika kamu mahu, kami boleh membantu kamu untuk sama-sama berpindah,” ujar salah seekor itik tersebut setelah berfikir seketika.
“Bagaimana?” balas kura-kura kembali.
“Kami berdua akan menggigit sebatang kayu dan kamu juga mesti menggigit kayu itu untuk sampai ke destinasi kita dengan selamat. Bagaimana, kamu setuju?” Soal itik.
“Owh, kalau begitu aku setuju,” kura-kura memberi persetujuan tanpa berbelah bagi.
Maka terbanglah kedua-dua ekor itik itu mencari tempat tinggal baru bersama kura-kura. Tiba-tiba sedang melalui suatu kawasan, ada beberapa orang budak nakal yang mengejek kura-kura.
“Hei kura-kura! Ada hati nak terbang tinggi. Engkau tu dah memang semulajadinya tidak boleh terbang, ada hati nak terbang tinggi macam itik. “
Kura-kura berasa geram dan marah dengan ejekan tersebut, tetapi dia masih tidak berkata apa-apa kerana dia tahu jika dia membuka mulut pasti dia akan terjatuh.
Kedua-dua itik tersebut terus terbang meninggalkan mereka tanpa mempedulikan ejekan budak-budak itu. Setelah penat terbang mencari destinasi impian, mereka melalui satu lagi kawasan yang dipenuhi dengan budak-budak yang sedang bermain. Mereka begitu kagum dengan keberanian dan kesungguhan kura-kura.
“Kura-kura, kami kagum dengan semangat yang ditunjukkan oleh kamu. Walaupun kamu tidak boleh terbang, tetapi kamu berusaha dengan gigih dan mahu ditolong oleh sahabat-sahabat mu, ” jerit mereka kepada kura-kura.
Disebabkan teruja dengan pujian budak-budak tersebut, maka kura-kura pun membuka mulutnya untuk menjawab pujian budak-budak itu.
‘ALHAMDULILLAH, aku ingin pergi ke tempat yang lebih baik dan berair bersama itik-itik”
Sebelum sempat menghabiskan kata-katanya, maka jatuhlah kura-kura itu ke atas tanah dan berkecailah badannya.
Begitulah berakhirnya kisah Itik dan Kura-Kura. Apabila dikeji, dihina, kura-kura begitu kuat tetapi kura-kura yang dulu bersemangat kental akhirnya mati menyembah bumi dek kerana sedikit pujian.
Begitu juga dengan kita, kita akan kuat apabila dihina dan diberi pelbagai tohmahan tetapi kita mudah terbuai dengan puji-pujian. Dalam kehidupan ini, kita janganlah cepat lemah dengan kejian, dan cepat riak dengan hanya sedikit pujian.Sebaliknya sentiasa bersyukur dan jadikan setiap kejian, umpatan dan fitnah tersebut sebagai sumber kekuatan kita untuk terus berjaya. Dan jika kita dipuji, janganlah pula berasa riak. Sebaliknya kembalilah segala pujian tersebut kepada-Nya, kerana tanpa keizinan-Nya tidak mungkin kita mampu memiliki apa yang kita usahakan.
Awal pujian adalah lembah kehinaan. Janganlah kita mudah terbuai dengan pujian yang diberikan, kelak kita yang akan binasa.
Dengan nama ALLAH swt, TT mulakan post
************************************************************************
Terdapat dua ekor itik dan seekor kura-kura yang bersahabat baik tinggal di suatu kawasan yang semakin kering dek kemarau panjang. Binatang-binatang yang bermastautin di situ telah lama meninggalkan tempat tersebut memandangkan semakin hari semakin sukar untuk mendapatkan makanan dan minuman. Semua kolam kering dan tumbuh-tumbuhan semakin kekuningan dimamah sinaran mentari yang hangat membahang.
Disebabkan keadaan semakin mendesak, maka dua ekor itik itupun telah berpakat dan mengambil keputusan untuk berpindah ke kawasan yang lebih lembab dan berair. Kura-kura berasa risau memandangkan sahabat baiknya ingin meninggalkan tempat tersebut. Dengan keadaannya yang bergerak lambat dan tidak boleh terbang seperti mereka, agak mustahil untuk dirinya mengikuti jejak langkah mereka. Maka dia pun berkatalah kepada kedua-dua ekor itik tersebut.
“Kalian hendak berpindah, nanti aku akan mati kekeringan di sini. Aku tidak mampu terbang mengikutimu mencari tempat yang lebih baik. “
“Hmmm.. betul juga kata kamu Si Kura-Kura. Owh, tidak mengapa jika kamu mahu, kami boleh membantu kamu untuk sama-sama berpindah,” ujar salah seekor itik tersebut setelah berfikir seketika.
“Bagaimana?” balas kura-kura kembali.
“Kami berdua akan menggigit sebatang kayu dan kamu juga mesti menggigit kayu itu untuk sampai ke destinasi kita dengan selamat. Bagaimana, kamu setuju?” Soal itik.
“Owh, kalau begitu aku setuju,” kura-kura memberi persetujuan tanpa berbelah bagi.
Maka terbanglah kedua-dua ekor itik itu mencari tempat tinggal baru bersama kura-kura. Tiba-tiba sedang melalui suatu kawasan, ada beberapa orang budak nakal yang mengejek kura-kura.
“Hei kura-kura! Ada hati nak terbang tinggi. Engkau tu dah memang semulajadinya tidak boleh terbang, ada hati nak terbang tinggi macam itik. “
Kura-kura berasa geram dan marah dengan ejekan tersebut, tetapi dia masih tidak berkata apa-apa kerana dia tahu jika dia membuka mulut pasti dia akan terjatuh.
Kedua-dua itik tersebut terus terbang meninggalkan mereka tanpa mempedulikan ejekan budak-budak itu. Setelah penat terbang mencari destinasi impian, mereka melalui satu lagi kawasan yang dipenuhi dengan budak-budak yang sedang bermain. Mereka begitu kagum dengan keberanian dan kesungguhan kura-kura.
“Kura-kura, kami kagum dengan semangat yang ditunjukkan oleh kamu. Walaupun kamu tidak boleh terbang, tetapi kamu berusaha dengan gigih dan mahu ditolong oleh sahabat-sahabat mu, ” jerit mereka kepada kura-kura.
Disebabkan teruja dengan pujian budak-budak tersebut, maka kura-kura pun membuka mulutnya untuk menjawab pujian budak-budak itu.
‘ALHAMDULILLAH, aku ingin pergi ke tempat yang lebih baik dan berair bersama itik-itik”
Sebelum sempat menghabiskan kata-katanya, maka jatuhlah kura-kura itu ke atas tanah dan berkecailah badannya.
Begitulah berakhirnya kisah Itik dan Kura-Kura. Apabila dikeji, dihina, kura-kura begitu kuat tetapi kura-kura yang dulu bersemangat kental akhirnya mati menyembah bumi dek kerana sedikit pujian.
Begitu juga dengan kita, kita akan kuat apabila dihina dan diberi pelbagai tohmahan tetapi kita mudah terbuai dengan puji-pujian. Dalam kehidupan ini, kita janganlah cepat lemah dengan kejian, dan cepat riak dengan hanya sedikit pujian.Sebaliknya sentiasa bersyukur dan jadikan setiap kejian, umpatan dan fitnah tersebut sebagai sumber kekuatan kita untuk terus berjaya. Dan jika kita dipuji, janganlah pula berasa riak. Sebaliknya kembalilah segala pujian tersebut kepada-Nya, kerana tanpa keizinan-Nya tidak mungkin kita mampu memiliki apa yang kita usahakan.
Awal pujian adalah lembah kehinaan. Janganlah kita mudah terbuai dengan pujian yang diberikan, kelak kita yang akan binasa.
Jika
Bismillahirrahmanirrahim
Dengan nama ALLAH swt, TT mulakan post
************************************************************************
"
Jika kau mencintaiku kerana sifatku yang ceria
Menjadi semangat yang menyala di dalam hati mu
Kemudian aku bertanya
Bila keceriaan itu kelam dirundung duka
Seberapa muram cintamu kan ada?
Jika kau mencintaiku karena kecantikanku
Menyejukkan setiap mata yang memandangnya
Kemudian aku bertanya
Saat kecantikan itu memudar ditempuh usia
Seberapa pudarkah kelak cintamu padaku?
Jika kau mencintaiku karena ramah hatiku
Memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu
Kemudian aku bertanya
Kiranya keramahan itu tertutup kabut prasangka
Seberapa mampu cintamu memendam praduga?
Jika kau mencintaiku karena cerdasnya diriku
Membuatmu yakin pada putusanku
Kemudian aku bertanya
Ketika kecerdasan itu berangsur hilang menua
Seberapa bijak cintamu tuk tetap mengharapku?
Jika kau mencintaiku karena kemandirian yang ku miliki
Menyematkan rasa bangga mu yang mengenalku
Kemudian aku bertanya
Jika di tengah itu rasa manjaku tiba menyeruak
Seberapa tangguh cintamu tuk tetap bersamaku?
Jika kau mencintaiku karena tegarnya sikapku
Menambatkan rasa kagum pada kokohnya pertahananmu
Kemudian aku bertanya
Andai ketegaran itu rapuh diterpa badai
Seberapa kuat cintamu bertahan?
Jika kau mencintaiku karena pengertian yang ku berikan
Menumbuhkan ketenangan karena kepercayaan yang ku tanam
Kemudian aku bertanya
Kelak pengertian itu tertelan oleh ego sesaat
Seberapa kau mampu mengerti cinta ini?
Jika kau mencintaiku karena luasnya danau kesabaranku
Menambah dalamnya rasa cinta semakin kau mengenalku
Kemudian aku bertanya
Mungkin kesabaran itu mencapai batas membendung kesalahanku
Seberapa besar cinta mampu memaafkan?
Jika kau mencintaiku karena keteguhan imanku
Bagai siradj yang benderang mengantarkan cahaya
Kemudian aku bertanya
Kala iman itu jatuh menurun
Seberapa berkurang akhirnya cintamu padaku?
Jika kau mencintaiku karena
Ku yang tlah kau pilih sebagai cinta yang kan kau pegang sepanjang hayat
Kemudian aku bertanya
Pun hati ini tergoncang
Seberapa mantap cinta ini tuk tetap setia?
Andai sejuta alasan tak cukup
Untuk membuat cinta ini tetap bersama diriku
Maka biar kupinta satu alasan tuk menjaga cinta ini….
Aku ingin kau cintai karena Allah..
Karena Dia kan selalu ada tuk menjaga
Maka cintaku kan tetap utuh dan setia
Hingga kelak, ku tak mampu lagi mencintaimu
Karena cintaku berpulang pada-Nya..
"
Dengan nama ALLAH swt, TT mulakan post
************************************************************************
"
Jika kau mencintaiku kerana sifatku yang ceria
Menjadi semangat yang menyala di dalam hati mu
Kemudian aku bertanya
Bila keceriaan itu kelam dirundung duka
Seberapa muram cintamu kan ada?
Jika kau mencintaiku karena kecantikanku
Menyejukkan setiap mata yang memandangnya
Kemudian aku bertanya
Saat kecantikan itu memudar ditempuh usia
Seberapa pudarkah kelak cintamu padaku?
Jika kau mencintaiku karena ramah hatiku
Memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu
Kemudian aku bertanya
Kiranya keramahan itu tertutup kabut prasangka
Seberapa mampu cintamu memendam praduga?
Jika kau mencintaiku karena cerdasnya diriku
Membuatmu yakin pada putusanku
Kemudian aku bertanya
Ketika kecerdasan itu berangsur hilang menua
Seberapa bijak cintamu tuk tetap mengharapku?
Jika kau mencintaiku karena kemandirian yang ku miliki
Menyematkan rasa bangga mu yang mengenalku
Kemudian aku bertanya
Jika di tengah itu rasa manjaku tiba menyeruak
Seberapa tangguh cintamu tuk tetap bersamaku?
Jika kau mencintaiku karena tegarnya sikapku
Menambatkan rasa kagum pada kokohnya pertahananmu
Kemudian aku bertanya
Andai ketegaran itu rapuh diterpa badai
Seberapa kuat cintamu bertahan?
Jika kau mencintaiku karena pengertian yang ku berikan
Menumbuhkan ketenangan karena kepercayaan yang ku tanam
Kemudian aku bertanya
Kelak pengertian itu tertelan oleh ego sesaat
Seberapa kau mampu mengerti cinta ini?
Jika kau mencintaiku karena luasnya danau kesabaranku
Menambah dalamnya rasa cinta semakin kau mengenalku
Kemudian aku bertanya
Mungkin kesabaran itu mencapai batas membendung kesalahanku
Seberapa besar cinta mampu memaafkan?
Jika kau mencintaiku karena keteguhan imanku
Bagai siradj yang benderang mengantarkan cahaya
Kemudian aku bertanya
Kala iman itu jatuh menurun
Seberapa berkurang akhirnya cintamu padaku?
Jika kau mencintaiku karena
Ku yang tlah kau pilih sebagai cinta yang kan kau pegang sepanjang hayat
Kemudian aku bertanya
Pun hati ini tergoncang
Seberapa mantap cinta ini tuk tetap setia?
Andai sejuta alasan tak cukup
Untuk membuat cinta ini tetap bersama diriku
Maka biar kupinta satu alasan tuk menjaga cinta ini….
Aku ingin kau cintai karena Allah..
Karena Dia kan selalu ada tuk menjaga
Maka cintaku kan tetap utuh dan setia
Hingga kelak, ku tak mampu lagi mencintaimu
Karena cintaku berpulang pada-Nya..
"
Thursday, December 15, 2011
FitraH Jadi FitnaH
Bismillahirrahmanirrahim
Dengan nama ALLAH swt, TT mulakan post
************************************************************************
Hati remaja selalu berkata, apakah salah kami bercinta? Rasa cinta memang tidak salah.Ia adalah fitrah semulajadi (instinct) yang
ALLAH swt kurniaan kepada setiap manusia. Ingin bercinta dan
dicintai adalah instinct. Jiwa manusia memerlukan cinta seperti
jasad perlukan makanan. Oleh kerana cinta adalah fitrah, maka
tentulah tidak salah merasainya. Namun ALLAH tidak kurniakan cinta
secara polos begitu saja. Dia juga pencipta peraturan cinta demi
menjaga kemurniaannya. Peraturan inilah yang kerap dilanggar. Rasa
cinta tidak salah tetapi kesalahan selalu berlaku sewaktu menjalin
hubungan cinta. Di sinilah selalunya remaja terjebak. Cinta
terlarang adalah cinta yang menafikan peraturan yang telah
ditetapkan oleh ALLAH swt. Ketika itulah FITRAH telah menjadi
FITNAH. Bila kehendak semulajadi tidak disalurkan atau diisi
mengikut peraturan maka akan berlakulah kekalutan dan kemusnahan.
Mengapakah perlu ada peraturan cinta?
Jawabnya kerana ALLAH swt mencintai manusia hambaNYA. Allah
inginkan keselamatan dan kesejahteraan buat manusia
melaksanakan keinginan fitrah semulajadinya. Keinginan tanpa
peraturan akan menyebabkan banyak kemusnahan. Begitulah hubungan
cinta yang terlarang akan membawa banyak implikasi negatif dalam
kehidupan. Pengalaman sudah pun mengajar kita bahawa jangan
sesekali bermain cinta, nanti terbakar diri.
Sudah banyak tragedi yang berlaku akibat hubungan cinta yg
membelakangkan Tuhan! Hubungan cinta jangan dicemari oleh sebarang tindakan menyalahi syariat. Lebih banyak perlanggaran hukum berlaku, lebih tinggilah risiko kemusnahan yang akan berlaku. Jangan kuat tertipu dengan pesona cinta yang dihiasi dengan pelbagai janji dan sumpah setia. Jangan kita mabuk dengan rindu dan asyik yang membuai dan melenakan. Seteguk kita minum dari kendi cinta terlarang, racunnya akan
meresap membunuh akal, jiwa dan perasaan. Pada ketika itulah cinta
dikatakan buta. Maka butalah mata hati dan mata kepala
sehingga seseorang akan menjadi hamba kepada sesiapa yang
dicintainya. Ketika itu hati tidak nampak yang lain kecuali apa yang
dicintainya. Lupalah diri pada pencipta cinta kerana terlalu asyik
dengan cinta yang dikurniakaNya. Bagaimanakah pula perasaan kita
agaknya jika seseorang itu begitu leka dengan hadiah yang
diberikan hingga terlupa bersalaman dan berterima kasih dengan
pemberinya?
Allah swt kerap dipinggirkan dalam hubungan cinta terlarang.
Seolah-olah cinta dan pencipta cinta itu sudah tidak ada kaitan
antaranya. Hukum ALLAH dilanggar bukan dengan rasa bersalah tetapi
dengan rasa manis dan megah.
Tangan kekasih dipegang walaupun jelas ALLAH mengharamkan sentuhan
antara lelaki dan perempauan yang bukan muhrim.
Tergamak berdua-duaan di tempat sunyi walaupun sudah diperingatkan
Nabi bahawa dalam keadaan itu syaitan adalah pihak ketiga. Lebih dari itu pun banyak berlaku.
Semuanyanya seolah-olah halal kerana cinta. Racun-racun berbisa yang memusnahkan cinta telah dianggap sebagai baja. Akhirnya pohon
cinta terlarang pun berbuah. Buah yang pahit, masam dan memabukkan. Buah yang muncul dengan pelbagai jenama yang aneh dan menjijikkan - zina, sumbang mahram, bohsia, bohjan, buang bayi dll lagi.
Ketika itu indahkah cinta?
Peraturan cinta bagai tanda-tanda dan lampu isyarat di atas jalan
raya. Kereta diciptakan dengan kuasa untuk bergerak tetapi
pergerakkannya perlu diatur dan dikawal. Jika tidak, dengan kuasa
itu akan berlakulah perlanggaran dan pertembungan. Begitulah
cinta, ia adalah kuasa tetapi kuasa itu perlukan peraturan dan
kawalan.
Apakah peraturan-peraturan dalam hubungan cinta?
Hendaklah cinta kita itu didasarkan kepada cinta ALLAH.
Ertinya cinta yang kita berikan kepadanya semata-mata kerana
mengharapkan keredhaan ALLAH.
ALLAH memberikan kita fitrah itu lalu niatkan dengan fitrah itu
boleh menghampirkan diri kita kepada ALLAH swt.
Cintailah sesiapa pun, tetapi pastikan cinta itu dapat
memudahkan kita mencintai ALLAH.
Sehubungan dengan itu, cinta antara lelaki dan perempuan mestilah
diniatkan untuk ALLAH!.
Soalnya bagaimana?
Iringilah dengan niat untuk berkahwin kerana berkahwin itu lebih
memudahkan seorang lelaki atau seorang perempuan menyempurnakan
agamanya.
Sabda Rasulullah saw,
"Apabila seseorang itu berkahwin, sempurnalah separuh agamanya,
tinggal lagi separuh untuk disempurnakannya" .
Semoga perkahwinan yang dibina adalah semata-mata kerana ALLAH,
dgn tujuan untuk membina rumahtangga muslim, melahirkan keturunan
soleh dan solehah, keluarga yang sanggup memikul amanah & dapat
melaksanakan segala hukum dan perintah ALLAH swt. Semoga dengan
perkahwinan itu juga akan dapat menjaga pandangannya, kehormatan
dirinya serta hati dan juga perasaannya supaya sentiasa tunduk dan takut pada ALLAH swt, di samping dapat beribadat dan bertaqwa kepada ALLAH SWT.
Oleh itu, usahlah bercinta sekadar untuk bersuka-suka. Lebih buruk
lagi janganlah ada niat-niat yang jahat dalam bercinta sekadar
untuk bersuka-suka. Lebih buruk lagi janganlah ada niat-niat yang jahat
dalam bercinta sama ada didorong oleh hasutan nafsu atau bujukan
syaitan. Jika tidak ada niat untuk berkahwin, cinta sudah pasti
bukan kerana ALLAH. Hakikatnya cinta itu adalah cinta terlarang yang akan membawa kemusnahan pada sebelah pihak atau kedua-duanya sekali. Cinta jenis ini seburuk namanya - Cinta Monyet!
Hendaklah dipastikan semasa menjalin hubungan cinta tidak ada
hukum ALLAH yang dilanggar.
Antaranya, tidak ada pergaulan bebas, tidak ada pendedahan aurat,
tidak ada pengabaian perkara asas seperti meninggalkan sembahyang,
puasa dan lain-lain.
Hubungan cinta jangan sampai terjerumus dalam perkara yang
melalaikan dan merugikan.
Maka, remaja tidak seharusnya mengeluh,
" Cinta apa namanya ini jika tiada dating, tiada perbualan telefon
maraton..atau bahasa remajanya 'bergayut', tiada surat cinta,
tiada sentuhan tangan, tanpa kerlingan dan senyuman?
Yakinlah, tidak ada keindahan dengan melanggar peraturan Tuhan.
Putus cinta dan kecewa bercinta yang begitu dominan dalam
kehidupan remaja adalah disebabkan racun-racun cinta yang disangka
baja ini. Justeru banyaklah cinta yang gagal disambung di alam perkahwinan dan lebih banyak yang putus tanpa sempat menempuh perkahwinan. Allah swt Maha Mengetahui dan Maha Menyayangi. Segala peraturanNya buat dengan rasa cinta terhadap hambaNYA.
Cinta suci mampu tumbuh tanpa semua itu. Dan cinta itu pasti
akan membawa ke gerbang perkahwinan untuk bercinta lagi dengan
seribu keindahannya. Bahkan jika diizinkan oleh takdirNya, cinta
itu akan terus bersambung ke alam akhirat. Suami yang soleh dan
isteri yang solehah akan bercinta lagi di syurga tempat pertama
yang melahirkan cinta!
Ketika itulah FITRAH akan menjadi ANUGERAH!
Dengan nama ALLAH swt, TT mulakan post
************************************************************************
Hati remaja selalu berkata, apakah salah kami bercinta? Rasa cinta memang tidak salah.Ia adalah fitrah semulajadi (instinct) yang
ALLAH swt kurniaan kepada setiap manusia. Ingin bercinta dan
dicintai adalah instinct. Jiwa manusia memerlukan cinta seperti
jasad perlukan makanan. Oleh kerana cinta adalah fitrah, maka
tentulah tidak salah merasainya. Namun ALLAH tidak kurniakan cinta
secara polos begitu saja. Dia juga pencipta peraturan cinta demi
menjaga kemurniaannya. Peraturan inilah yang kerap dilanggar. Rasa
cinta tidak salah tetapi kesalahan selalu berlaku sewaktu menjalin
hubungan cinta. Di sinilah selalunya remaja terjebak. Cinta
terlarang adalah cinta yang menafikan peraturan yang telah
ditetapkan oleh ALLAH swt. Ketika itulah FITRAH telah menjadi
FITNAH. Bila kehendak semulajadi tidak disalurkan atau diisi
mengikut peraturan maka akan berlakulah kekalutan dan kemusnahan.
Mengapakah perlu ada peraturan cinta?
Jawabnya kerana ALLAH swt mencintai manusia hambaNYA. Allah
inginkan keselamatan dan kesejahteraan buat manusia
melaksanakan keinginan fitrah semulajadinya. Keinginan tanpa
peraturan akan menyebabkan banyak kemusnahan. Begitulah hubungan
cinta yang terlarang akan membawa banyak implikasi negatif dalam
kehidupan. Pengalaman sudah pun mengajar kita bahawa jangan
sesekali bermain cinta, nanti terbakar diri.
Sudah banyak tragedi yang berlaku akibat hubungan cinta yg
membelakangkan Tuhan! Hubungan cinta jangan dicemari oleh sebarang tindakan menyalahi syariat. Lebih banyak perlanggaran hukum berlaku, lebih tinggilah risiko kemusnahan yang akan berlaku. Jangan kuat tertipu dengan pesona cinta yang dihiasi dengan pelbagai janji dan sumpah setia. Jangan kita mabuk dengan rindu dan asyik yang membuai dan melenakan. Seteguk kita minum dari kendi cinta terlarang, racunnya akan
meresap membunuh akal, jiwa dan perasaan. Pada ketika itulah cinta
dikatakan buta. Maka butalah mata hati dan mata kepala
sehingga seseorang akan menjadi hamba kepada sesiapa yang
dicintainya. Ketika itu hati tidak nampak yang lain kecuali apa yang
dicintainya. Lupalah diri pada pencipta cinta kerana terlalu asyik
dengan cinta yang dikurniakaNya. Bagaimanakah pula perasaan kita
agaknya jika seseorang itu begitu leka dengan hadiah yang
diberikan hingga terlupa bersalaman dan berterima kasih dengan
pemberinya?
Allah swt kerap dipinggirkan dalam hubungan cinta terlarang.
Seolah-olah cinta dan pencipta cinta itu sudah tidak ada kaitan
antaranya. Hukum ALLAH dilanggar bukan dengan rasa bersalah tetapi
dengan rasa manis dan megah.
Tangan kekasih dipegang walaupun jelas ALLAH mengharamkan sentuhan
antara lelaki dan perempauan yang bukan muhrim.
Tergamak berdua-duaan di tempat sunyi walaupun sudah diperingatkan
Nabi bahawa dalam keadaan itu syaitan adalah pihak ketiga. Lebih dari itu pun banyak berlaku.
Semuanyanya seolah-olah halal kerana cinta. Racun-racun berbisa yang memusnahkan cinta telah dianggap sebagai baja. Akhirnya pohon
cinta terlarang pun berbuah. Buah yang pahit, masam dan memabukkan. Buah yang muncul dengan pelbagai jenama yang aneh dan menjijikkan - zina, sumbang mahram, bohsia, bohjan, buang bayi dll lagi.
Ketika itu indahkah cinta?
Peraturan cinta bagai tanda-tanda dan lampu isyarat di atas jalan
raya. Kereta diciptakan dengan kuasa untuk bergerak tetapi
pergerakkannya perlu diatur dan dikawal. Jika tidak, dengan kuasa
itu akan berlakulah perlanggaran dan pertembungan. Begitulah
cinta, ia adalah kuasa tetapi kuasa itu perlukan peraturan dan
kawalan.
Apakah peraturan-peraturan dalam hubungan cinta?
Hendaklah cinta kita itu didasarkan kepada cinta ALLAH.
Ertinya cinta yang kita berikan kepadanya semata-mata kerana
mengharapkan keredhaan ALLAH.
ALLAH memberikan kita fitrah itu lalu niatkan dengan fitrah itu
boleh menghampirkan diri kita kepada ALLAH swt.
Cintailah sesiapa pun, tetapi pastikan cinta itu dapat
memudahkan kita mencintai ALLAH.
Sehubungan dengan itu, cinta antara lelaki dan perempuan mestilah
diniatkan untuk ALLAH!.
Soalnya bagaimana?
Iringilah dengan niat untuk berkahwin kerana berkahwin itu lebih
memudahkan seorang lelaki atau seorang perempuan menyempurnakan
agamanya.
Sabda Rasulullah saw,
"Apabila seseorang itu berkahwin, sempurnalah separuh agamanya,
tinggal lagi separuh untuk disempurnakannya" .
Semoga perkahwinan yang dibina adalah semata-mata kerana ALLAH,
dgn tujuan untuk membina rumahtangga muslim, melahirkan keturunan
soleh dan solehah, keluarga yang sanggup memikul amanah & dapat
melaksanakan segala hukum dan perintah ALLAH swt. Semoga dengan
perkahwinan itu juga akan dapat menjaga pandangannya, kehormatan
dirinya serta hati dan juga perasaannya supaya sentiasa tunduk dan takut pada ALLAH swt, di samping dapat beribadat dan bertaqwa kepada ALLAH SWT.
Oleh itu, usahlah bercinta sekadar untuk bersuka-suka. Lebih buruk
lagi janganlah ada niat-niat yang jahat dalam bercinta sekadar
untuk bersuka-suka. Lebih buruk lagi janganlah ada niat-niat yang jahat
dalam bercinta sama ada didorong oleh hasutan nafsu atau bujukan
syaitan. Jika tidak ada niat untuk berkahwin, cinta sudah pasti
bukan kerana ALLAH. Hakikatnya cinta itu adalah cinta terlarang yang akan membawa kemusnahan pada sebelah pihak atau kedua-duanya sekali. Cinta jenis ini seburuk namanya - Cinta Monyet!
Hendaklah dipastikan semasa menjalin hubungan cinta tidak ada
hukum ALLAH yang dilanggar.
Antaranya, tidak ada pergaulan bebas, tidak ada pendedahan aurat,
tidak ada pengabaian perkara asas seperti meninggalkan sembahyang,
puasa dan lain-lain.
Hubungan cinta jangan sampai terjerumus dalam perkara yang
melalaikan dan merugikan.
Maka, remaja tidak seharusnya mengeluh,
" Cinta apa namanya ini jika tiada dating, tiada perbualan telefon
maraton..atau bahasa remajanya 'bergayut', tiada surat cinta,
tiada sentuhan tangan, tanpa kerlingan dan senyuman?
Yakinlah, tidak ada keindahan dengan melanggar peraturan Tuhan.
Putus cinta dan kecewa bercinta yang begitu dominan dalam
kehidupan remaja adalah disebabkan racun-racun cinta yang disangka
baja ini. Justeru banyaklah cinta yang gagal disambung di alam perkahwinan dan lebih banyak yang putus tanpa sempat menempuh perkahwinan. Allah swt Maha Mengetahui dan Maha Menyayangi. Segala peraturanNya buat dengan rasa cinta terhadap hambaNYA.
Cinta suci mampu tumbuh tanpa semua itu. Dan cinta itu pasti
akan membawa ke gerbang perkahwinan untuk bercinta lagi dengan
seribu keindahannya. Bahkan jika diizinkan oleh takdirNya, cinta
itu akan terus bersambung ke alam akhirat. Suami yang soleh dan
isteri yang solehah akan bercinta lagi di syurga tempat pertama
yang melahirkan cinta!
Ketika itulah FITRAH akan menjadi ANUGERAH!
Subscribe to:
Posts (Atom)


