My Child,
When I get old,
I hope you understand and have patience with me,
In case i break a plate,
or spill soup on the table because i'm loosing my eyesight,
I hope you don't yell at me,
Older people are sensitive.
Always having self pity when you yell.
When my hearing gets worse and i can't hear what you're saying,
I hope you don't call me "deaf!"
Please repeat what you said or write it down
I'm sorry, my Child.
I'm getting older.
When my knees get weaker,
I hope you have the patience to help me get up,
Like how I used to help you while you were little,
Learning how to walk.
Please bear with me
When I keep repeating my self like a broken record,
I hope you just keep listening to me.
Please don't make fun of me'
or get sick of listening to me
Do you remember when you were little
and you wanted a ballon ?
You repeated youself over and over
Until you got what you wanted
Please also pardon my smell.
I smell like an old person
Please don't force me to shower.
My body is weak.
Old people get sick easily when they're cold.
I hope I don't gross you out.
Do you remember when you were little ?
I used to chase you around
Because you didn't want to shower
I hope you can be patient with me
When I'm always cranky
It's all part of getting old.
You'll understand when you're older
And if you have spare time,
I hope we can talk
Even for a few minutes
I'm always all by my self all the time.
And have no one to talk to
I know you're busy with work.
Even if you're not interested in my stories,
Please have time for me.
Do you remember when you were little?
I used to listen to your stories
About your teddy bear.
When the time comes
and I get ill and bedridden,
I hope you have the patience to
Take care of me.
IM SORRY
If i accidentally wet the bed
Or make a mess
I hope you have the patience to
Take care of me during the last
Few moments of my life
I'm not going to last much longer, anyway.
When the time of my death comes,
I hope you hold my hand
And give me the strength to face death
And don't worry...
When I finally meet our Creator...
I will pray to Him
to BLESS you
Because you loved your Mom and Dad..
Thank you so much for your care.
We Love U
With much love,
Mom and Dad
"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." - Surah Al-Ankabut : 2-3
Kenapa AKU TAK DAPAT APA yang AKU IDAM-IDAMKAN?
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." -Surah Al-Baqarah : 216
Ya Allah! Kenapa UJIAN SEBERAT INI?
"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya." -Surah Al-Baqarah : 286
“Tiada seorang Muslim yang menderita kelelahan atau penyakit, atau kesusahan hati, bahkan gangguan yang berupa duri melainkan semua kejadian itu akan berupa penebus dosanya.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)
Kenapa aku rasa FRUST? DEPRESSED?
"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yang beriman." - Surah Al-Imran ayat 139
Ya Allah, BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu, dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, (di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan)." -Surah Al-Imran : 200
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan solat; dan sesungguhnya solat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk" -Surah Al-Baqarah : 45
“Maka bersabarlah engkau (Muhammad) dengan kesabaran yang baik” Al-Ma’arij : 5
APA YANG AKU DAPAT daripada SEMUA INI?
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka... .. -Surah At-Taubah : 111
KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dariNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal." -Surah At-Taubah : 129
AKU DAH TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!!!!!
"... ..dan janganlah kamu berputus asa daripada rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir." -Surah Yusuf : 12
"Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita. Tarbiyyah ini tidak pernah terhenti, hingga disaat kita pergi. Biarpun kadang-kala ukhuwwah ini diuji sebegitu hebat, ujianNya adakala begitu tajam menusuk jiwa, apatah lagi menggugat iman didada, namun yakinilah sahabat, kita harus terus berpegang pada jalan dan tali Allah, kita harus terus melangkah di jalan ini... janganlah kita saling melepaskan, biarpun hanya doa yang mengikat antara kita., itulah yang terbaik untuk kita alami dan lalui, sedangkan kita manusia yang tidak mengetahui.."
Demi keredhaanNya dan demi kerana Allah, lillahi ta’ala.
Renungan buat yang sedang mencari pasangan hidup ataupun yang sedang mengemudi bahtera rumah tangga..
Mengapa? Kerana Dia Manusia Biasa ......
Setiap kali ada sahabat yang ingin menikah, saya selalu mengajukan
pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suami/isterimu?
Jawabannya ada bermacam-macam. Bermula dengan jawaban kerana Allah hinggalah jawaban duniawi. Tapi ada satu jawaban yang sangat menyentuh di hati saya. Hingga saat ini saya masih ingat setiap detail percakapannya. Jawaban dari salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Kemudian membuat keputusan
menikah. Persiapan pernikahan mereka hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja.
Kalau di a seorang akhwat, saya tidak hairan. Proses pernikahan seperti ini selalu dilakukan. Dia bukanlah akhwat, sebagaimana saya. Satu hal yang pasti, dia jenis wanita yang sangat berhati-hati dalam memilih suami.
Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sukar untuk membuka hati. Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menganggapnya serius. Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi. Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tarikh pernikahannya. Serta meminta saya untuk memohon cuti, agar dapat menemaninya semasa majlis pernikahan. Begitu banyak pertanyaan dikepala saya.Sebenarnya.....!!!
Saya ingin tau, kenapa dia begitu mudah menerima lelaki itu. Ada apakahgerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia boleh memutuskan untuk bernikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk ketika itu(benar-benar s ibuk).
Saya tidak dapat membantunya mempersiapkan keperluan pernikahan. Beberapa kali dia menelefon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa perkara. Beberapa kali saya telefon dia untuk menanyakan perkembangan persiapan pernikahannya. That's all......Kami tenggelam dalam kesibukan masing-masing.
Saya menggambil cuti 2 hari sebelum pernikahannya. Selama cuti itu saya memutuskan untuk menginap dirumahnya. Pukul 11 malam sehari sebelum pernikahannya, baru kami dapat berbual hanya- berdua. Hiruk pikuk persiapan akad nikah besok pagi,sungguh membelenggu kami. Pada awalnya kami ingin berbual tentang banyak hal.
Akhirnya, dapat juga kami berbual berdua. Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan. Dia juga ingin bercerita banyak perkara kepada saya. Beberapa kali Mamanya mengetok pintu, meminta kami tidur."Aku tak boleh tidur." Dia memandang saya dengan wajah bersahaja.Saya faham keadaanya ketika i ni. "Matikan saja lampunya, biar disangka kita dah tidur." "Ya.. ya." Dia mematikan lampu neon bilik dan menggantinya dengan lampu yang samar. Kami meneruskan perbualan secara berbisik-bisik.
Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kami lakukan. Kami berbual banyak perkara, tentang masa lalu dan impian-impian kami. Wajah keriangannya nampak jelas dalam kesamaran. Memunculkan aura cinta yang menerangi bilik ketika itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini saya pendamkan.
"Kenapa kamu memilih dia?" Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari baringnya sambil meraih HP dibawah bantalku. Perlahan dia membuka laci meja hiasnya. Dengan bantuan lampu LCD HP dia mengais lembaran kertas didalamnya.Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan sekeping envelokepada saya. Saya menerima HP dari tangannya. Envelop putih panjang dengan cop surat syarikat tempat calon suaminya beke rja. Apa ni. Saya melihatnya tanpa mengerti. Eeh..., dia malah ketawa geli hati.
"Buka aja." Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas putih bersaiz A4,saya melihat warnanya putih. Hehehehehehe. ..."Teruknya dia ni." Saya menggeleng-gelengka n kepala sambil menahan senyum. Sementara dia cuma ketawa melihat ekspresi saya. Saya mula membacanya.Saya membaca satu kalimat diatas, dibarisan paling atas. Dan sampai saat inipun saya masih hafal dengan kata-katanya. Begini isi surat itu.........
-------------------------------------------------------------------------------------
Kepada Yth .........
Calon isteri saya, calon ibu anak-anak saya, calon menantu Ibu saya dan calon kakak buat adik-adik saya
Assalamu'alaikum Wr Wb
Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silakan dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai.
Saya, yang bernama ............ ... menginginkan anda ................untuk menjadi isteri saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa. Buat masa ini saya mempunyai pekerjaan.Tetapi saya tidak tahu apakah kemudiannya saya akan tetap bekerja.Tapi yang pasti saya akan berusaha mendapatkan rezeki untuk mencukupi keperluan isteri dan anak-anakku kelak.
Saya memang masih menyewa rumah. Dan saya tidak tahu apakah kemudiannya akan terus menyewa selamannya. Yang pasti, saya akan tetap berusaha agar isteri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan.saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa. Cinta saya ju ga biasa saja.
Oleh kerana itu. Saya menginginkan anda supaya membantu saya memupuk dan merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa. Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Kerana saya tidak tahu suratan jodoh saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang baik.Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda. Saya sudah sholat istiqarah berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih anda.
Yang saya tahu, Saya memilih anda kerana Allah. Dan yang pasti, saya menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin menjadi lebih baik dari sekarang ini. Saya memohon anda sholat istiqarah dulu sebelum memberi jawaban pada saya. Saya beri masa minima 1 minggu, maksima 1 bulan. Semoga Allah redho dengan jalan yang kita tempuh ini. Amiiin
Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini saya membaca surat 'lamaran' yang begitu indah. Sederhana, jujur dan realistik. Tanpa janji-janji yang melambung dan kata yang berbunga-bunga. Surat cinta biasa.
Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum tertahan.
"Kenapa kamu memilih dia......?" "Kerana dia manusia biasa......." Dia menjawab mantap. "Dia sedar bahawa dia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya. Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa. Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kami kemudian hari. Entah kenapa, justru itu memberikan kesenangan tersendiri buat aku."
"Maksudnya?"
"Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masih ada. betuI tak? Paling tidak.... Aku tau bahawa dia tidak akan frust kalausuatu masa nanti kami jadi miskin. "Ssttt......." Saya menutup mulutnya. Khuatir kalu ada yang tau kami belum tidur. Terdiam kami memasang telinga. Sunyi. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kami saling berpandangan lalu gelak sambil menutup mulut masing-masing."Udah tidur. Besok kamu mengantuk, aku pula yang dimarahi Mama."Kami kembali berbaring. Tapi mata ini tidak boleh pejam. Percakapan kami tadi masih terngiang terus ditelinga saya. "Gik.....?""Tidur...... Dah malam." Saya menjawab tanpa menoleh padanya. Saya ingin dia tidur, agar dia kelihatan cantik besok pagi. Rasa mengantuk saya telah hilang, rasanya tidak akan tidur semalaman ini. Satu lagi pelajaran dari pernikahan saya peroleh hari itu. Ketika manusia sedar dengan kemanusiannya. Sedar bahawa ada hal lain yang mengatur segala kehidupannya. Begitu juga dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah terpahat sejak ruh ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan berapa lama pernikahannya kelak.
Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tetapi sebuah 'proses usaha'. Betapa indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta, tahta dan 'nama'. Status diri yang selama ini melekat dan dibanggakan (aku anak orangini/itu), ditanggalkan. Ketika segala yang 'melekat' pada diri bukanlah dijadikan
pertimbangan yang utama. Pernikahan hanya dilandasi kerana Allah semata. Diniatkan untuk ibadah. Menyerahkan segalanya pada Allah yang membuat senarionya.Maka semua menjadi indah.
Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap HambaNYA. Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah pernikahan.
Kita hanya boleh memoho n keridhoan Allah. MemintaNYA mengurniakan barokah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah. Jadi, bagaimana dengan cinta? Ibu saya pernah berkata, Cinta itu proses. Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya.
Agar cinta itu dapat bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan yang suci. Cinta tumbuh kerana suami/isteri (belahan jiwa). Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha
menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa. Amiin.
Rezeki datang dari Allah Yang Maha Pemurah.Allah lah punca segala rezeki.Tiada siapa yang boleh memberi rezeki kecuali Allah.Tiada siapa pula boleh mencapai rezeki kecuali atas izin-Nya.Jika Allah telah mengizinkan seseorang mendapat rezeki,maka rezeki itu akan datang kepadanya walau cuba ditahan oleh seluruh penduduk alam semesta.Jika Allah tidak mengizinkan seseorang itu mendapat rezeki,maka tiadalah rezeki baginya walau seluruh malaikat,jin,syaitan dan manusia berserta seluruh alien (jika ada) cuba untuk menyampaikan rezeki itu ke mulut orang itu. Rezeki adalah asbab untuk manusia hidup dengan baik dan selesa di dunia ini.Tafsiran rezeki yang asas ialah makan minum.Selebihnya ialah pakaian,tempat tinggal dan anak isteri serta apa yang mampu dinikmati oleh diri kita.Jika ditafsir lagi dengan lebih lagi berdasarkan gaya hidup kini,adalah peti sejuk,komputer,penghawa dingin,motorsikal,kereta dan lain-lain.
Rezeki bekalan untuk hidup didunia sahaja Ini juga rezeki dari Allah.Jika anda tinggal di bandar,kereta hampir menjadi keperluan anda berbanding dengan Pak Ngah di kampung.Tanpa kereta,anda mungkin terpaksa bersesak dan menghirup bau penghawa dingin di dalam LRT.Jika tempat kerja anda jauh dari laluan LRT atau pengangkutan awam lain,anda terpaksa membeli kenderaan sendiri,sekurang-kurangnya motorsikal.
Anak-anak juga rezeki dari Allah.Setiap anak yang dilahirkan telah ditentukan rezekinya oleh Allah.Sebab itu setiap anak yang dilahirkan ada rezekinya dan ibu bapanya sama-sama ‘menumpang’ rezekinya juga.Tetapi hari ini ada orang yang buang anak.Maknanya dia juga telah buang rezeki yang dikurniakan oleh Allah bersama-sama rezeki yang mengikuti anak tersebut.Entah-entah bayi merah yang dibuang di lubang tandas,tong sampah,surau dan sebagainya itu adalah bakal peguam,jurutera,pensyarah,ahli perniagaan,ulama atau perdana menteri.Siapa tahu?
Lain orang lain rezekinya Setiap orang berlainan tahap rezekinya..Seorang pekerja tol mampu menikmati nasi kandar ayam madu manakala seorang ahli politik hanya mampu memakan nasi kosong berlaukkan dua biji telur dan sedikit kuah.Ada orang yang hanya mampu memandu Proton Saga BLM manakala ada orang memandu Maserati Merak SS.
Ada orang yang mendapat awek secantik Diana Danielle manakala ada yang mendapat gadis secomel Enot.Seorang yang miskin,yang hanya mampu menyediakan lauk siput **** kepada anak-anaknya mampu melahirkan 10 orang anak sebaliknya seorang peguam yang berjaya hanya mampu memiliki dua orang anak.Robert Kuok dikurniakan harta RM42.7 bilion manakala Syed Mokhtar AlBukhary hanya mampu berpuashati dengan aset bernilai RM6.01 bilion.
Seorang mat rempit yang berkerja sebagai ‘despatch’ di bandaraya hanya memiliki aset sebanyak RM42.7 dan digelar ‘Nan Sempit’ manakala rakannya di kampung yang menternak kambing berjaya menjana pendapatan sebanyak RM6.01 ribu setiap bulan.Seorang pelajar universiti hanya mampu makan megi kari sahaja di hujung bulan manakala seorang pekerja restoran McDonalds mampu memakan burger Prosperity dan nugget udang berperisa BBQ walau tanpa wang pun di poketnya!
Nilai rezeki yang berbeza antara satu sama lain bukan menunjukkan tahap iman seseorang.Adakah seorang kaya berharta lebih disayangi oleh Tuhan berbanding seorang fakir miskin?Ariel Sharon,pembunuh dan penjahat yang kejam lebih baik kehidupan materialnya dari seorang Palestin yang syahid dengan wajah tersenyum-senyum.Namun,adakah dia berhak mencium syurga Allah selepas menyapu wajahnya dengan darah kanak-kanak Palestin?
Adakah seorang ahli korporat berasa lebih baik amalnya berbanding seorang ustaz sekolah pondok?
Tidak sama sekali.Jumlah harta atau rezeki yang diberi oleh Allah bukan menunjukkan iman dan amalnya.Rezeki adalah urusan Allah.Tiada siapa yang boleh mengajar Allah memberi rezeki kepada makhluk-Nya.Tiada siapa yang boleh menetapkan rezeki untuk dirinya.Seorang ustaz yang alim ulamak tidak boleh menyangka bahawa dengan amalnya yang membukit,dia berhak lebih kaya dari Ananda Krishnan,tauke Maxis dan Astro.
Seorang yang berusaha belajar bersungguh-sungguh dan kemudian membuka perniagaan yang mantap dengan segala kemahiran dan ilmunya kemudian jatuh muflis tidak boleh menyalahkan Allah yang sepatutnya memberi kekayaan kepada dia kerana dia telah berusaha bermati-matian.Ini kerana Allah memberi rezeki kepada makhluk-Nya bukan mengikut protokol apa-apa.Bukan menurut peraturan apa-apa.Bukan menurut hukum apa-apa.Bukan mematuhi rumus dan etika tertentu.Biarlah dia berusaha macam mana sekalipun atau malas melepek,itu bukan faktor yang mempengaruhi Allah untuk memberi rezeki kepada hamba-hamba-Nya.
ALLAH MEMBERI REZEKI DI ATAS SIFAT KASIH SAYANGNYA,SIFAT AR-RAHMAN DAN AR-RAHIM. Berdoa adalah satu cara meluaskan rezeki Istimewanya,kita boleh berdoa meminta rezeki dari Allah,meminta melapangkan rezeki,meluaskan rezeki atau tambah rezeki.Dan Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum sehingga kaum itu sendiri mengubah dirinya.
Jika Allah memberi rezeki atas sistem merit,maka makin banyaklah orang miskin dalam dunia.Siapa yang berusaha gigih hanya berjaya.Siapa yang pandai hidup walau pun menipu dan makan rasuah,mereka inilah yang hidup bahagia di dunia.Siapa pandai main duit,dia lah kaya.Siapa yang tidak di universiti,gelaplah masa depannya.Tetapi hukum kehidupan tidak begitu.HIDUP INI BAGAI PUSINGAN RODA.
Jika hari ini dia kaya,tidak semestinya dia akan kaya seumur hidup.Bila-bila masa Allah boleh tarik kekayaan darinya.Dulu Rashid Hussein (RHB) tersenarai dalam barisan orang terkaya di Malaysia misalnya,hari ini di manakah beliau?Dahulu Syed Mokhtar Al-Bukhari pernah menjual barangan di tepi-tepi jalan ketika kecil namun di manakah beliau hari ini?
Donald Trump pernah menjual air tin dan akhbar dari rumah ke rumah ketika remaja namun siapakah beliau hari ini?Tetapi ada orang di stesen bas Medan Kidd,Ipoh atau di Puduraya yang telah mengumpul tin-tin kosong dan kotak-kotak untuk dijual selama bertahun-tahun tetapi masih juga tidak kaya!
Rezeki Allah kepada siti nurhaliza. Siti Nurhaliza tidak pernah ke universiti.SPM dia hanya pangkat dua.Bahasa Inggerisnya berterabur.’Freshie’ Universiti Malaya yang baru masuk kampus tahun ini lebih fasih berbahasa Inggeris dari Siti Nurhaliza.
Tetapi kereta Siti berderet-deret.Siti tinggal di rumah banglo.Apartment,rumah atas bukit,rumah ala resort dan sebagainya pun ada jika rumah banglonya terbakar.Siti tidak kisah.Duitnya beribu,berjuta-juta.Siti bersuamikan Datuk.
Siti tidak perlu jadi perempuan pisau cukur seperti dalam filem Pisau Cukur lakonan Maya Karin dan Fazura untuk memikat Datuk K.Tidak perlu.Namun adakah sebab Siti hanya SPM pangkat dua dan tidak mahir berbahasa Inggeris,dia tak layak untuk kaya?Tidak bukan?Jadi siapa yang beri rezeki kepadanya?Universiti?SEkolah?Muzik?SPM?Diploma?Ija zah?Peminat?Datuk K?
JIka rezeki Allah diberi berdasarkan sistem kuota maka banyaklah orang miskin hari ini.Orang-orang kafir akan jatuh miskin kerana tidak beriman.Malah mentari pun tidak mahu menyinari kehidupan non-muslim ini.Mereka hidup hanya untuk merasa seksaan Allah dan kemudian mati begitu sahaja.
Donald Trump tidak layak jadi kaya.Dia mungkin hanya layak minum air sungai Kelang sahaja.Itu pun di akhirat nanti dia akan ditanya tentang nikmat air sungai Kelang itu.Robert Kuok tidak layak makan stik atau bubur nasi Beijing yang mahal itu.Dia mungkin hanya layak makan hampas-hampas tebu atau gula pasir sahaja untuk meneruskan hidup di dunia yang fana ini.
Malah tauke-tauke yang suka menipu dan ahli korporat yang makan rasuah itu pun tidak layak hidup kaya-raya.Jika rezeki diberi mengikut Hukum Ekonomi Adam Smith maka tauke-tauke dan ahli korporat tadi layak untuk tidur di bawah jambatan.Ini kerana cara penipuan dan pembohongan tidak mematuhi hukum etika dan moral kemanusiaan yang sihat.
Ini adalah hukum Machievelli;matlamat menghalalkan cara.Ini juga tidak termasuk dalam sistem kuota yang mengikut kehendak Allah.Hanya orang-orang Islam yang beriman sahaja layak makan rezeki Allah.Hanya orang soleh,ustaz,mufti,kaki surau dan masjid sahaja layak kaya-raya berdasarkan iman dan amal mereka.Siapa menentang hukum Allah,dia layak tinggal di kaki-kaki lima mengharap sesuap nasi.
Siapa yang tidak suka Hukum Hudud yang dicipta Allah dan suka pula kepada Hukum Penjajah Common Law,maka tenggoroknya tidak layak mengecapi rezeki Allah jika sistem kuota dipakai.Siapa yang memperlekehkan azan dan Nama-Nya,maka dunia ini akan dijadikan neraka fasa pertama baginya;hidup susah sesusah-susahnya.Rezeki liat nak sampai ke mulutnya.Air pun segan nak menyentuh tubuhnya.
Cahaya matahari,lampu pendaflour,lampu neon,lampu disko atau cahaya kelip-kelip sekalipun malu nak menyinari tubuhnya sebab Allah pakai sistem kuota dalam memberi rezeki kepada makhluk-Nya.
TETAPI HAKIKATNYA TIDAK BEGITU.ALLAH BERI REZEKI ATAS SEBAB SIFAT PEMURAH DAN PENYAYANGNYA.SIFAT PENYAYANG ALLAH MELEBIHI KEMURKAANNYA
Allah tidak beri rezeki atas sistem kuota.Para Kaisar dan Kisra hidup mewah tetapi nabi-nabi majoritinya hidup miskin atau sederhana.Jika semua nabi-nabi hidup mewah seperti raja-raja Rom dan Parsi,nanti manusia akan ikut nabi-nabi bukan kerana KEBENARAN ALLAH TETAPI KERANA SEBAB REZEKI YANG DIMILIKI NABI-NABI ITU.
Sebab itu Robert Kuok dan Ananda Krishnan mampu menikmati rezeki Allah.Itu sebab Bill Gates mampu menjana pendapatan 300 juta sebulan.Sebab apa?
SEBAB KASIH SAYANG ALLAH.
Jika seluruh air di alam semesta ini malah seluruh hidrogen dan oksigen yang ada disenyawakan untuk dijadikan dakwat bagi menuliskan nikmat Allah itu kepada seorang manusia,maka tiadalah cukup air-air itu untuk menuliskan nikmat Allah itu.
Jika seluruh plastik dan logam malah kayu-kayu di dunia ini dikumpulkan untuk dijadikan pena untuk menuliskan nikmat Allah itu maka sesungguhnya amat jauh lagi dari cukup untuk menghuraikan seluruh nikmat Allah itu.
Jika seluruh makhluk dikumpulkan;sebahagian menuliskan dengan pena dan sebahagian menaipkan menggunakan mesin taip dan komputer akan semua nikmat Allah,maka tiadalah cukup bilangan mereka dan mereka akan mati sebelum sempat menghabiskan walau suku dari sezarah nikmat Allah itu.
Siapakah yang mampu menilaikan betapa bernilai rezeki yang dikurniakan Allah dari sejak bayi sehingga dewasa?Nilai rezeki Allah itu hanya mampu dinilai ketika dirinya ditahan dari menerima rezeki itu.Donald Trump akan terasa betapa bernilainya sekeping pizza jika dia jatuh miskin dan kebuluran.
Ariel Sharon hanya dapat merasakan betapa bernilainya setitis air dan menghargai kehidupan apabila ditimpa koma berbulan-bulan.Ada orang bersungut apabila penghawa dinginnya tidak berfungsi 10 minit.Ada orang memaki hamun apabila ‘black out’ sejam,padahal berapa lama rumahnya disinari cahaya berbanding bergelap?
Allah Maha Kuasa Makhluk Tiada Kuasa, Allah Azza Wa Jalla beri rezeki kepada orang beriman,Allah juga beri rezeki kepada orang kafir.Allah beri rezeki kepada Dr. Maza.Allah beri rezeki juga kepada Rasul Kahar.Allah beri rezeki kepada Datuk Harussani,mufti Perak.Allah beri rezeki juga kepada Ayah Pin yang air basuh kakinya diminum oleh pemuja berhala di Batu Caves.Allah beri rezeki kepada Najib Tun Razak.Allah beri rezeki kepada Anwar Ibrahim.
Allah beri rezeki juga kepada Lim Guan Eng.Allah beri rezeki juga kepada Nik Aziz.Allah beri rezeki juga walaupun ada di antara mereka yang berdolak-dalik nak menjalankan Hukum-Nya.Allah beri rezeki juga walau ada di antara mereka yang menggunakan agama untuk cita-cita politik.Allah s.w.t tidak kisah semua itu.
SEBAB BUKAN MEREKA YANG BERI REZEKI KEPADA ALLAH BAHKAN ALLAH YANG BERI REZEKI KEPADA MEREKA.Segala tindak tanduk dan pilihan manusia di muka bumi tidak mempengaruhi langsung kekuasaan Allah memberi rezeki.
Adakah kerana seorang gadis Melayu murtad mengikut seorang pemuda yang dicintainya akan menurunkan walau satu paras martabat Allah itu?Adakah kerana seorang gadis di Sweden yang memeluk Islam kerana mendapat hidayah Allah akan menaikkan walau satu paras martabat Allah?TIDAK…TIDAK DAN TIDAK.
SEMUA ITU TIDAK ADA KESAN LANGSUNG KEPADA KEKUASAAN ALLAH YANG BERKUASA MEMBERI REZEKI KEPADA MANUSIA.
Sama ada manusia mahu beriman atau kafir,itu TIDAK MEMBERI MANFAAT ATAU MUDARAT SEDIKIT PUN KEPADA ALLAH AZZA WA JALLA.
Jadi ya maulana-maulana sekalian apa sebab Allah beri rezeki kepada kita?Apa sebab Allah beri cahaya matahari kepada kita?Apa sebab Allah beri kita bernafas secara percuma ini?Adakah setiap kali kita bernafas ini kita kena tol RM0.20 sen sekali sedut?Rumah yang kita duduk ini,anak-anak kita,isteri kita…siapa yang beri nikmat ini ya maulana-maulana sekalian?
Rezeki yang tuan makan tadi sampai meleleh air liur,siapa yang beri?Roti canai,nasi lemak dan telur separuh masak buat sarapan pagi tadi siapa bagi?Nasi goreng dan air teh siapa yang kurniakan?Nasi kandar mamak dan segelas milo ais makan tengahari siapa bagi?
Nasi campur dan teh ais siapa kurniakan?Kenapa Ah Hong dapat makan mi sup dan bubur nasi serta sayuran?Mengapa Muthusamy dapat makan nasi dengan kari dal?Siapa beri rezeki kepada mereka?Patung Buddha?Patung Murugan?Malah Buddha dan Murugan itu sendiri diberi rezeki oleh Allah jika mereka mengetahui.
Malah Buddha itu sendiri merintih lapar meminta dihapuskan kesakitannya ketika di bawah Pokok Bo.Siapa yang hapuskan rasa lapar Buddha?Padahal kononnya Buddha itu Tuhan?Siapa yang ‘Jesus’ panggil ketika kesakitan di tiang salib?Kenapa tidak turun sahaja dari tiang salib jika dia TUhan?
Rezeki hanyalah keperluan manusia bukan matlamat hidup Kenapa Allah beri juga orang kafir ini hidup senang lenang walau menyembah batu dan kayu?Mengapa Allah sampaikan rezeki ke mulut-mulut mereka walau mereka tidak menyembah-Nya?Mengapa Allah beri juga pembuat filem Fitna makan dan minum setiap hari walau dia kata Allah ni Tuhan pengganas?Kenapa Allah beri juga?Kenapa dan mengapa wahai maulana-maulana?
Tanya diri kenapa Allah beri juga kita makan nasi walau kita buat maksiat,kita tinggalkan sembahyang,kita lawan mak bapak.Allah beri kita masuk universiti,Allah beri kita pekerjaan,Allah majukan perniagaan kita tapi tanya diri,ADAKAH AKU TELAH BERSYUKUR KEPADA NIKMATNYA?
Adakah aku telah bersyukur dengan nikmat rezeki Allah?Rezeki melihat,rezeki mendengar,rezeki menghidu,rezeki makan,rezeki merasa,rezeki menyentuh…rezeki…rezeki…dan rezeki…
Jangan tanya apa yang Allah beri kepada kita,tetapi tanya apa kebaktian yang kita persembahkan kepada Allah.
Allah tidak beri rezeki untuk kita bayar balik rezeki tadi.Allah Maha Kaya dan tidak berkehendak kepada rezeki.Manusialah yang berkehendak kepada rezeki.Allah jadikan kita untuk beribadah kepada-Nya bukan semata-mata mencari rezeki sahaja.
MENCARI REZEKI HANYALAH KEPERLUAN MANUSIA BUKAN MATLAMAT HIDUP MANUSIA.
Hidup manusia untuk beribadah kepada allah “Tidak Aku (Allah) jadikan jin dan manusia melainkan untuk mengabdikan diri kepada-Ku.” (Surah az-Zariyat ayat 56)
Kerana itu ya tuan-tuan…hanya satu sebab mengapa Allah beri semua ini kepada kita.TIDAK KIRA YANG ISLAM MAHUPUN YANG KAFIR.
Sebab ini tuan,dan jika kita faham sebab ini…kita akan faham rahsia Ar-Rahman dan Ar-Rahim.
Dengan sebab ini Allah beri orang Islam makan rezeki Dia.Dengan sebab ini Allah beri orang kafir makan rezeki Dia.
Wanita itu sudah tua, namun semangat perjuangannya tetap menyala seperti wanita yang masih muda. Setiap tutur kata yang dikeluarkannya selalu menjadi pendorong dan bualan orang disekitarnya. Maklumlah, ia memang seorang penyair dua zaman, maka tidak kurang pula bercakap dalam bentuk syair.
Al-Khansa bin Amru, demikianlah nama wanita itu. Dia merupakan wanita yang terkenal cantik dan pandai di kalangan orang Arab. Dia pernah bersyair mengenang kematian saudaranya yang bernama Sakhr :
"Setiap mega terbit, dia mengingatkan aku pada Sakhr, malang. Aku pula masih teringatkan dia setiap mega hilang di ufuk barat. Kalaulah tidak kerana terlalu ramai orang menangis di sampingku ke atas mayat-mayat mereka, nescaya aku bunuh diriku."
Setelah Khansa memeluk Islam, keberanian dan kepandaiannya bersyair telah digunakan untuk menyemarakkan semangat para pejuang Islam.
Beliau mempunyai empat orang putera yang kesemuanya diajar ilmu bersyair dan dididik berjuang dengan berani. Kemudian puteranya itu telah diserahkan untuk berjuang demi kemenangan dan kepentingan Islam. Khansa telah mengajar anaknya sejak kecil lagi agar jangan takut menghadapi peperangan dan cabaran.
Pada tahun 14 Hijrah, Khalifah Umar Ibnul Khattab menyediakan satu pasukan tempur untuk menentang Farsi. Semua umat Islam dari berbagai kabilah telah dikerahkan untuk menuju ke medan perang, maka berkumpullah seramai 41,000 orang tentera. Khansa telah mengerahkan keempat-empat puteranya agar ikut mengangkat senjata dalam perang suci itu. Khansa sendiri juga ikut ke medan perang dalam kumpulan pasukan wanita yang bertugas merawat dan menaikkan semangat pejuang tentera Islam.
Nasihat Khansa kepada anak-anaknya, "Wahai anak-anakku! Kamu telah memilih Islam dengan rela hati. Kemudian kamu berhijrah dengan sukarela pula. Demi Allah, yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya kamu sekalian adalah putera-putera dari seorang lelaki dan seorang wanita. Aku tidak pernah mengkhianati ayahmu, aku tidak pernah memburuk-burukkan saudara-maramu, aku tidak pernah merendahkan keturunan kamu, dan aku tidak pernah mengubah perhubungan kamu. Kamu telah tahu pahala yang disediakan oleh Allah kepada kaum muslimin dalam memerangi kaum kafir itu. Ketahuilah bahawasanya kampung yang kekal itu lebih baik daripada kampung yang binasa."
Kemudian Khansa membacakan satu ayat dari surah Ali Imran yang bermaksud, "Wahai orang yang beriman! Sabarlah, dan sempurnakanlah kesabaran itu, dan teguhkanlah kedudukan kamu, dan patuhlah kepada Allah, moga-moga menjadi orang yang beruntung."
Putera-putera Khansa tertunduk khusyuk mendengar nasihat bonda yang disayanginya.
Seterusnya Khansa berkata, "Jika kalian bangun esok pagi, insyaAllah dalam keadaan selamat, maka keluarlah untuk berperang dengan musuh kamu. Gunakanlah semua pengalamanmu dan mohonlah pertolongan dari Allah. Jika kamu melihat api pertempuran semakin hebat dan kamu dikelilingi oleh api peperangan yang sedang bergejolak, masuklah kamu ke dalamnya. Dan dapatkanlah puncanya ketika terjadi perlagaan pertempurannya, semoga kamu akan berjaya mendapat balasan di kampung yang abadi, dan tempat tinggal yang kekal."
Subuh esoknya semua tentera Islam sudah berada di tikar sembahyang masing-masing untuk mengerjakan perintah Allah iaitu solat Subuh, kemudian berdoa moga-moga Allah memberikan mereka kemenangan atau syurga.
Kemudian Saad bin Abu Waqas panglima besar Islam telah memberikan arahan agar bersiap-sedia sebaik saja semboyan perang berbunyi. Perang satu lawan satu pun bermula dua hari. Pada hari ketiga bermulalah pertempuran besar-besaran. 41,000 orang tentera Islam melawan tentera Farsi yang berjumlah 200,000 orang. Pasukan Islam mendapat tentangan hebat, namun mereka tetap yakin akan pertolongan Allah .
Putera-putera Khansa maju untuk merebut peluang memasuki syurga. Berkat dorongan dan nasihat dari bondanya, mereka tidak sedikit pun berasa takut. Sambil mengibas-ngibaskan pedang, salah seorang dari mereka bersyair,
"Hai saudara-saudaraku! Ibu tua kita yang banyak pengalaman itu, telah memanggil kita semalam dan membekalkan nasihat. Semua mutiara yang keluar dari mulutnya bernas dan berfaedah. InsyaAllah akan kita buktikan sedikit masa lagi."
Kemudian dia maju menetak setiap musuh yang datang. Seterusnya disusul pula oleh anak kedua maju dan menentang setiap musuh yang mencabar. Dengan semangat yang berapi-api dia bersyair,
"Demi Allah! Kami tidak akan melanggar nasihat dari ibu tua kami Nasihatnya wajib ditaati dengan ikhlas dan rela hati Segeralah bertempur, segeralah bertarung dan menggempur musuh-musuh bersama-sama sehingga kau lihat keluarga Kaisar musnah."
Anak Khansa yang ketiga pula segera melompat dengan beraninya dan bersyair,
"Sungguh ibu tua kami kuat keazamannya, tetap tegas tidak goncang. Beliau telah menggalakkan kita agar bertindak cekap dan berakal cemerlang. Itulah nasihat seorang ibu tua yang mengambil berat terhadap anak-anaknya sendiri. Mari! Segera memasuki medan tempur dan segeralah untuk mempertahankan diri. Dapatkan kemenangan yang bakal membawa kegembiraan di dalam hati Atau tempuhlah kematian yang bakal mewarisi kehidupan yang abadi."
Akhir sekali anak keempat menghunus pedang dan melompat menyusul abang-abangnya. Untuk menaikkan semangatnya ia pun bersyair,
"Bukanlah aku putera Khansa', bukanlah aku anak jantan dan bukanlah pula kerana 'Amru yang pujiannya sudah lama terkenal. Kalau aku tidak membuat tentera asing yang berkelompok-kelompok itu terjunam ke jurang bahaya, dan musnah mangsa oleh senjataku."
Bergelutlah keempat-empat putera Khansa dengan tekad bulat untuk mendapatkan syurga diiringi oleh doa munajat bondanya yang berada di garis belakang. Pertempuran terus hebat. Tentera Islam pada mulanya kebingungan dan kacau kerana pada mulanya tentera Farsi menggunakan tentera bergajah di barisan hadapan, sementara tentera berjalan kaki berlindung di belakang binatang tahan lasak itu.
Namun tentera Islam dapat mencederakan gajah-gajah itu dengan memanah mata dan bahagian-bahagian lainnya. Gajah yang cedera itu marah dengan menghempaskan tuan yang menungganginya, memijak-mijak tentera Farsi yang lainnya.
Kesempatan ini digunakan oleh pihak Islam untuk memusnahkan mereka. Panglima perang bermahkota Farsi dapat dipenggal kepalanya, akhirnya mereka lari lintang-pukang menyeberangi sungai dan dipanah oleh pasukan Islam hingga air sungai menjadi merah. Pasukan Farsi kalah teruk, dari 200,000 tenteranya hanya sebahagian kecil saja yang dapat menyelamatkan diri.
Umat Islam lega.
Kini mereka mengumpul dan mengira tentera Islam yang gugur. Ternyata yang beruntung menemui syahid di medan Kadisia itu berjumlah lebih kurang 7,000 orang. Dan daripada 7,000 orang syuhada itu terbujur empat orang adik-beradik Khansa. Seketika itu juga ramailah tentera Islam yang datang menemui Khansa memberitahukan bahawa keempat-empat anaknya telah menemui syahid. Al-Khansa menerima berita itu dengan tenang, gembira dan hati tidak bergoncang. Al-Khansa terus memuji Allah dengan ucapan,
"Segala puji bagi Allah, yang telah memuliakanku dengan mensyahidkan mereka, dan aku mengaharapkan dari Tuhanku, agar Dia mengumpulkan aku dengan mereka di tempat tinggal yang kekal dengan rahmat-Nya!"
Al-Khansa kembali semula ke Madinah bersama para perajurit yang masih hidup dengan meninggalkan mayat-mayat puteranya di medan pertempuran Kadisia. Dari peristiwa peperangan itu pula wanita penyair ini mendapat gelaran kehormatan 'Ummu syuhada' yang ertinya ibu kepada orang-orang yang mati syahid.
Ingin menyayangi dan disayangi adalah fitrah setiap manusia. Bohonglah sesiapa yang mengatakan "aku tak perlukan sesiapa dalam hidup... hidup matiku hanya untuk Allah." Rasullah sendiri pernah menegur seorang lelaki yang sanggup berlapar dan enggan berkahwin semata-mata ingin mengabdikan diri kepada Allah.
Kita semua memerlukan seseorang dalam hidup untuk berkasih sayang. Namun, janganlah keterlaluan sehingga menjadikan matlamat berkasih sayang sebagai satu-satunya matlamat dalam hidup. Misi kita dalam hidup ini perlu perlbagai. Sebagai hamba Allah, tentu sekali, matlamat utama adalah untuk menjadi seorang mukmin yang bertakwa. Maka, dalam perjalanan kita menjadi mukmin yang bertakwa, pastikan misi-misi kita yang lain juga seiring dalam mencapai matlamat yang utama. Ini termasuklah misi kita mencari pasangan yang terbaik.
Kebanyakkan wanita yang saya temui, menyayangi 'suami'nya lama sebelum mereka jatuh cinta. The idea of finding & marrying the best menyebabkan mereka mendambakan seseorang yang mempunyai sifat dan sikap yang baik dan terpuji. Kebetulan pula, contoh lelaki yang mereka lihat menepati ciri-ciri tersebut akhirnya benar-benar menjadi suami mereka. Wallahualam, ini perancangan Tuhan. Setiap orang sudah ditetapkan rezekinya (termasuk jodoh) dan Allah Maha mengetahui apa yang didalam hati setiap insan.
Berikut adalah beberapa wanita yang 'menyayangi suaminya' lama sebelum mereka jatuh cinta...
Kisah Kak R Saya bertemu beliau di satu kursus dan kebetulan menjadi rakan sebilik saya. Entah macam mana terkeluar cerita kahwin. Saya tanya,"bagaimana boleh kenal?"
Menurut Kak R, mereka berdua satu universiti tetapi tidak pernah berbual. Kak R akui, suaminya semasa zaman pelajar adalah antara pemuda yang 'baik-baik'. "Ada satu kali, masa tengah bersembang dengan seorang kawan perempuan, dia (suami) lalu di tepi kami. Akak berbisik kat kawan, andai aku diberikan suami, nak yang macam dia...." beritahu Kak R sambil tersenyum.
Kisah H H sepupu yang baru balik dari Syria. Saya bertandang ke rumah mereka untuk meraikan majlis walimah beliau dan abangnya. Malam itu, saya menumpang tidur sebilik. Saya bertanya,"bagaimana boleh kenal?"
Menurut H, dia sudah mengenali suaminya sepanjang pengajian di Syria dan kebetulan adalah kawan baik abangnya. Namun, mereka tidak pernah bersembang lebih dari urusan persatuan. Beberapa bulan balik dari Syria, si kawan abang masuk merisik. Akui H, "walaupun kami tidak pernah bersembang, saya kagumi sifat dan sikap beliau. Harapan saya masa kat Syria dulu, semoga saya memperolehi bakal suami sebaik beliau," beritahu H, tersipu.
Kisah A Saya berjumpa A di satu Konvensyen Islam di Amerika. Usianya masih belasan tahun. Ketika itu, usia saya baru menginjak 22 tahun. Apabila mendapat tahu dia baru seminggu melangsungkan majlis walimahnya, sambil mengenggam tangannya dan gelak gembira, saya berkata,"I'm sooo jealous..."
A balas genggam tangan saya sambil memandang tepat ke mata, "you should not say that to a friend. You should say, I'm happy for you," dia tersenyum sambil menambah,"...and ask Allah to give me the same happiness."
Perancangan dan ketentuan Tuhan amat cantik, malah janjinya dalam surah An-Nur ayat 26 cukup tepat, "Perempuan yang jahat untuk lelaki yang jahat dan lelaki yang jahat untuk perempuan yang jahat, perempuan yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk perempuan yang baik."
Namun, tiada siapa dapat meramal siapa jodoh yang telah di tetapkan. Tetapi, the idea of finding & marrying the best, harus disematkan. Allah Maha Mengetahui apa yang dihati setiap manusia. Dan, Dia juga Maha Mengetahui apa yang terbaik.
Bagi saya, dari dulu (semenjak timbul keinginan untuk berkahwin), saya mendambakan yang terbaik untuk diri, keluarga, agama dan masa depan. Alhamdullilah, dalam perjalanan itu saya ditemukan dengan kawan-kawan yang memberi erti pada istilah terbaik...
Saya mendoakan agar kawan-kawan yang yang sedang mencari rezeki (jodoh) masing-masing supaya jangan putus asa. Allah mendengar isi hati anda. The idea of finding & marrying the best bukanlah sesuatu yang fairytales. Ia telah berlaku kepada beberapa pasangan dan InsyaAllah, ini juga boleh berlaku pada anda.
Saya akhiri dengan satu petikan dialog dari novel The Notebook oleh Nicholas Spark "The best love is the kind that awakens the soul and makes us reach for more, that plants a fire in our hearts and brings peace to our minds. And that's what you've given me. That's what I'd hoped to give you forever."
Amir merapati isterinya, Aisyah yang sedang berada di atas katil.
"Sayang, selamat hari lahir."
Aisyah tersenyum.
"Terima kasih, abang."
Amir berkata kepada isterinya, "abang ada hadiah untuk sayang. Sayang kenalah tutup mata. Manalah tahu abang akan bagi emas dan permata kepada sayang, nanti silau pula mata sayang."
Aisyah tersenyum dan menutup matanya.
"Aisyah sudah tutup mata. Mana hadiah daripada abang?"
Amir menghulurkan bungkusan hadiah dan meletakkannya ke tangan Aisyah.
"Sayang boleh buka mata sekarang. Tengoklah hadiah yang abang berikan, istimewa untuk Aisyah, isteri abang yang tercinta."
"Wah, ada buku untuk Aisyah. Terima kasih, abang. Hadiah ini amat bermakna untuk sayang. Sayang memang suka membaca buku."
Amir tersenyum dan bertanya kepada isterinya, "sayang tahu kenapa abang hadiahkan buku untuk sayang?"
Aisyah memandang suaminya. Amir meneruskan kata-katanya.
"Buku adalah hadiah yang dapat dibuka berkali-kali. Buku adalah hadiah yang sentiasa bertambah nilainya. Sayang amalkanlah ilmu yang tertulis di dalam buku ini dan sayang akan mendapat lebih banyak manfaat dalam hidup sayang."
Aisyah mengangguk-anggukkan kepalanya sambil membelek-belek buku yang diterima itu.
"Ada kad di dalam buku ini."
Amir bertanya kepada isterinya, "kad daripada siapa, sayang?"
Aisyah memandang kad itu.
"Kad ini datangnya daripada suami Aisyah yang amat Aisyah cinta. Terima kasih, abang."
Amir bertanya kepada isterinya, "Aisyah suka dengan hadiah daripada abang?"
Aisyah memeluk buku yang diterimanya itu dan menjawab,
"Aisyah suka sangat dengan hadiah ini dan Aisyah sayang sangat kepada pemberi hadiah ini."
Amir bertanya lagi kepada Aisyah.
"Abang gembira sangat kalau dapat melihat Aisyah gembira. Sayang, sayang sudah tidak mahukan hadiah lain? Cukupkah sekadar dengan buku dan kad itu sebagai hadiah hari lahir sayang?"
Aisyah menjawab, "cukuplah dengan kasih sayang dan cinta daripada abang sebagai hadiah untuk Aisyah."
Amir tersenyum dan berkata, "betulkah sayang sudah tidak mahukan hadiah yang lain? Kalau macam itu, siapa pula yang mahu memakai gelang emas ini?"
Amir mengeluarkan seutas gelang emas daripada poketnya dan menunjukkannya kepada Aisyah.
"Abang mahu menghadiahkan gelang emas ini kepada isteri abang, tetapi isteri abang sudah tidak mahukan hadiah lagi."
Aisyah terdiam sebentar dan memandang gelang emas itu. Air mata tergenang di mata Aisyah. Aisyah menangis.
"Abang, Aisyah cintakan abang. Aisyah sayang sangat kepada abang."
Amir hanya tersenyum dan berkata kepada isterinya, "sayang janganlah menangis. Sayang menangis sebab bimbang kalau abang bagi gelang emas ini kepada orang lain, ya? Gelang emas ini memang untuk Aisyah. Abang tidak akan bagi kepada orang lain. Aisyah janganlah bimbang."
Amir memberikan senyuman kepada isterinya dan Amir merapati Aisyah.
"Sayang janganlah menangis. Air mata sayang lebih mahal daripada gelang emas ini. Selamat hari lahir, sayang."
Aisyah menyapu air matanya dan memberikan senyuman kepada suaminya.
"Terima kasih, abang."
Amir memakaikan gelang emas itu ke tangan Aisyah.
"Alahai, cantiknya isteri abang. Selamat hari lahir, sayang. Semoga seluruh umur kita akan diberkati oleh Allah dan semoga rumah tangga kita sentiasa diredhai oleh Allah."
“Dinikahi wanita itu kerana empat perkara; kerana hartanya, keturunannya, kecantikkannya dan agamanya. Maka pilihlah dalam hal keagamaannya. Nescaya beruntunglah kedua-dua tanganmu.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)
“Kerja, kerja, dan kerja. Aku bosan dengan semua ini.”, getus hati kecil Izhar yang merasakan hidupnya sekarang sunyi dan sepi.
Izhar merupakan seorang peguam di mahkamah syariah dan bertugas sebagai seorang pendakwa raya.
”Hari-hari berhadapan dengan kes-kes penceraian, khalwat…”, bagaikan tertekan dengan kesibukan kerjayanya sehingga diri sendiri seakan tidak terurus.
“Hidup bersahabat memang berbeza dengan hidup berteman...”, tiba-tiba sahaja tersentuh hati Izhar untuk mencari pasangan setelah sekian lama dia hidup bersendirian.
Dengan ini, bermulalah kisah Si Ustaz dalam mencari pasangan hidupnya. Dengan langkahnya pertama, usaha Izhar telah bertemu dengan seorang gadis. Namanya Alfatunnisa’. Cantikkan namanya, begitulah juga parasnya, secantik namanya. Gadis ini adalah rakan sekampus kawan Izhar semasa menuntut di Jepun dahulu.
Alfatunnisa' adalah anak orang ternama, anak Tan Sri Ahmad. Gugup juga Izhar apabila hendak berhadapan dengan Tan Sri. Tetapi itu dulu, sebelum Izhar kenal dengan Tan Sri. Sekarang hubungan mereka nampaknya sudah rapat seperti saudara sendiri. Mungkin itulah yang dikatakan jodoh. Sebenarnya perkenalan dengan gadis ni bukanlah lama, sekejap saja. Mereka memang merancang untuk mendirikan rumahtangga bersama namun semakin lama dikenali, gadis itu seakan sudah banyak berubah.
”Mungkin ini bukan jodohku, aku tak tahu erti cinta...adakah aku tertarik padanya ataupun pada hartanya...Nauzubillah, ya Allah..selamatkan diriku daripada godaan syaitan...”, hati Izhar berbisik dan berdoa sendirian.
Pada langkah pertama, Izhar gagal menemui cinta hatinya. Pencarian Izhar tidak berakhir hanya di situ. Akhirnya semasa menguruskan kes anak guamannya, Izhar tertarik pula dengan anak kepada anak guamannya. Surina namanya, berasal daripada keluarga yang sederhana, Orangnya bijak bekata-kata. Akhirnya Izhar terpancing jua. Sesungguhnya Allah mengetahui segala-galanya.
Pada suatu hari, Izhar terserempak dengan Surina di salah satu pasar raya berdekatan bersama seorang jejaka, mesra sekali lagak mereka. Setelah disiasat, sungguh tidak disangka-sangka bahawa Surina yang sangat petah dan bijak berkata-kata selama ni sanggup berdusta dan mengambil kesempatan. Surina sebenarnya bekerja di kelab malam.
”Astaghfirullahal azim..alhamdulilah, daku bersyukur padamu ya Rabbi, Engkau menyelamatkanku daripada segala bencana, sekiranya aku berkahwin dengan keturunan seperti ini, amatlah pedih untuk aku melalui sisa-sisa hidup ini…”, syukur Izhar atas segala petunjuk daripadaNya.
Setelah kecewa dengan gelagat cinta yang baru ditemui itu, Izhar sepertinya sudah putus harapan. Bagi Izhar, biarlah masa yang menentukan kerana dia yakin akan ketentuan Allah.
Bulan silih berganti, hari demi hari, putaran jam meninggalkan masa-masa yang lalu. Izhar semakin sibuk dengan menguruskan firmanya. Suatu hari, Izhar menghadiri mesyuarat untuk satu program yang disertainya, program "Selamatkan Jiwa". Mesyuarat pada hari itu pula melibatkan seluruh mahkamah syari’ah di kawasan tersebut. Dalam kalangan ahli jawatankuasa yang datang, Izhar terpandang ke arah seorang wanita yang dirasakan amat berbeza dengan wanita-wanira lain. Sangat pendiam orangnya.
Diam-diam ubi berisi, namun apabila melontarkan idea, cukup bernas! Memang cantik orangnya. Sopan dan berjubah adalah penampilan yang dipilih. Tidak hairanlah kerana gadis ini merupakan alumni Universiti Al-Azhar, dan ayahnya adalah imam di kampungnya. Izhar akhirnya mengambil kata putus untuk menulis sepucuk surat untuk menyatakan isi hatinya.
Salam perkenalan buat saudari Sa’adatul Sakinah...
Dengan lafaz bismillahhirrahmanirrahim, saya meminta izin daripada saudari untuk mengenali dengan lebih dekat lagi. Saya amat tertarik dengan saudari, pandangan mata yang penuh keihklasan melontarkan idea-idea yang bernas untuk melakukan kebajikan di jalan Allah. Mungkin Allah telah mempertemukan kita, dalam situasi yang sama.
Dirimu yang sempurna, memperjuangkan kalimah suci Allah membuatkan saya tertarik dengan saudari. Tidak sepertimana perempuan-perempuan di luar sana yang pernah saya kenali. Andainya diri tidak berpunya, izinkan saya untuk melamar awak sebagai isteri saya yang sah.
Ikhlas, Izhar...
Wassalam saudaraku Muhd Izhar...
Buat saudara yang baru ku kenali, sesungguhnya pertemuan dan perpisahan adalah milik Allah, Dialah yang berhak mengaturkan segalanya. Sudi-sudikanlah menghayati nota-nota yang ku tulis buatmu...
Wahai saudaraku...Cinta pertama mengukir peristiwa, menguggat pelbagai perkara. Ketahuilah saudara, jangan mempercayai pada pandangan mata, ia hanya pandangan syaitan durjana. Usah memujiku lebih darinya, kiranya diri ini masih kurang seadanya, idea hanyalah pandangan manusia, belum tentu betul pada pandangan yang Esa. Sempurnaku tak sempurna Nabiku, kerana aku hanya manusia biasa, dan ketahuilah sahabat, manusia tidak akan pernah sempurna.
Wahai saudaraku...janganlah kau membanding-bandingkan diriku dengan insan lain, sesungguhnya Allah tidak menyukai hambaNya mempersoal mengenai keburukan mereka. Kiranya engkau membenci kemaksiatan, tugasmu adalah membawa mereka berhijrah dan tidak sesekali berhujah untuk menyemarakkan lagi hati mereka.
Kirannya aku jatuh cinta padamu, itu kerana aku jatuh cinta pada kesederhanaanmu, dan kiranya aku membenci dirimu, tidak bermakna aku membenci dirmu, tetapi aku membenci egomu. ingatlah wahai Adam, manusia adalah sama, hiris tangan, pastinya darah yang mengalir adalah merah. Hanya Allah yang dapat membezakan hambanya, dan kita sebagai hamba tidak layak untuk membuat penilaian.
Andainya kamu mencintaiku kerana Allah yang maha Pencipta..Sesungguhnya aku belum berpunya, diriku hanyalah untuk Dia. Aku menerima lamaranmu dengan hati yang terbuka, Kiranya ini menambahkan ketaqwaanku padaNya. Inilah nota-nota cintaku buatmu lelaki yang akan bergelar suami…
“Astaghfirullahal ’azim...Astaghfirullahal ‘azim…Astaghfirullahal ‘azim… Ampunkan dosaku ya Allah. Sesungguhnya selama ini aku telah tewas dalam permainan cinta. Terlampau mengejar cinta, aku telah melakukan dosa pada mereka. Sesungguhnya diriku kerdil di hadapanMu ya Rabbi. Aku sememangnya tidak layak untuk menghukum manusia, sesungguhnya aku seorang hamba seperti mereka..”, doa Izhar selepas menunaikan solat tahajjudnya.
Izhar kini bersyukur kerana telah dikurniakan oleh Allah seorang isteri yang solehah, mampu memandu hidupnya dan saling melengkapi dan memperbaiki dalam kesilapan masing-masing. Dia tersedar akan kesilapannya terhadap Surina dan Alfatunnisa yang gagal menemukan mereka kepada kebenaran.
Yakinlah bahawa sesungguhnya jodoh itu rahsia Allah dan masanya pasti akan tiba...
Wahai Kaum Muslimin! Junjungan besar kita, Nabi Muhammad saw bersabda, dari Ibnu Abbas ra ,
"Al-Liwa'uha baidho' wa ar-rayatuha sauda'!"
"Bahawa bendera Nabi Sallallahu 'alaihi wa Sallam berwarna putih, sedangkan panji beliau warnanya hitam."
Inilah panji mulia yang diperjuangkan oleh Rasulullah saw, para sahabat radhiallahu anhum dan para khalifah yang berani menentang kebiadaban puak kuffar! Inilah panji Rasulullah saw yang dipertahankan dengan darah dan nyawa Sahabat terkenal, Ja'far bin Abi Thalib ketika perang Mu'tah dimana umat Islam yag hanya mempunyai kekuatan 3000 orang menentang kekuatan Rom dan seluruh penduduk jazirah Arab yang berjumlah 200,000! Suatu nisbah yang tidak masuk akal, 1 nisbah 6! Seorang tentera kaum muslimin terpaksa berhadapan dengan 6 orang tentera kuffar!
Di dalam peperangan ini, Ja'far bin Abi Thalib yang di amanahkan oleh Rasullah saw untuk menjadi Amirul Jihad mengepalai kaum muslimin telah ditebas tangan kirinya yang memegang teguh panji Ar-Royah! Langsung disambut oleh tangan kanan beliau! Kemudian tangan kanannya pula dipotong tanpa belas kasihan, Ja'far bin Abi Thalib tidak mengalah, malah memeluknya dengan sisa tangan yang ada!
MasyaAllah, sahabat mulia ini akhirnya dilempar dengan lembing daripada belakang sehingga terbelah badan beliau syahid di medan peperangan! Rasulullah saw menganugerahkan gelaran Ja'far Al-Janahain kepada beliau, iaitu Ja'far yang mempunyai dua kepak yang kini sedang bebas berterbangan di jannatul Firdaus, Subhanallah! Inilah hasilnya setelah bermati-matian memperjuangkan panji Rasulullah saw! Ganjaran ini tidak mungkin didapati oleh tentera-tentera Turki, Pakistan, dan Malaysia yang bermati-matian berperang di Afghanistan di bawah panji kotor Amerika!
Bendera Jalur Gemilang juga tidak layak untuk dimuliakan oleh kita sebagai umat Islam yang mengucapkan kalimah Laa ilaha illallah, muhammadur Rasulullah! Bendera Jalur Gemilang ini adalah sebuah bendera yang dihasilkan melalui sebuah pertandingan yang telah mendapat kelulusan King George Vl pada tahun 1950! Maka tidak hairanlah kita kalau selama ini kita melihat bendera kita ini benar-benar mirip bendera Amerika! MasyaAllah!
Panji inilah juga yang diperjuangkan oleh Panglima Perang Thariq Bin Ziyad di zaman Khilafah Umaiyah yang telah memimpin futuhat ke atas Sepanyol pada tahun 711M. Setelah mendarat di sebuah tempat yang kemudiannya di namakan Jabal Thariq, beliau memerintahkan untuk membakar semua kapal dan berpidato di hadapan anak buahnya untuk membangkitkan semangat mereka:
أيّها الناس، أين المفر؟ البحر من ورائكم، والعدوّ أمامكم، والله وليس لكم إل الصدق والصبر... Tidak ada jalan untuk melarikan diri! Laut di belakang kalian, dan musuh di depan kalian: Demi Allah, tidak ada yang dapat kalian sekarang lakukan kecuali bersungguh-sungguh penuh keikhlasan dan kesabaran.
Pasukan Thariq yang hanya berjumlah 7000 orang, terus menyerbu ke benteng pertahanan puak kufar di wilayah Sepanyol yang mempunyai kekuatan berjumlah 25,000 orang tidak sekali-kali mematahkan semangat mereka kerana sudah tidak ada apa-apa lagi yang perlu dirisaukan, jika mereka memenangi pertarungan ini, kaum muslimin akan mendapatkan kemuliaan, dan sekiranya mereka mati, mereka akan dinobatkan oleh Allah sebagai syuhada' fi sabilillah! Dengan berkat keimanan dan semangat mereka mengibarkan panji Rasulullah saw, Umat Islam menyebarkan cahaya Islam ke seluruh Sepanyol selama lebih dari 700 tahun lamanya!
Panji inilah juga yang diangkat tinggi oleh Pahlawan Agung Salahuddin Al-Ayyubi ketika menghadapi tentera Salib yang diketuai King Richard di dalam perang Hittin. Tentera Salib dengan sewenang-wenangnya menumpahkan darah kaum muslimin di Baitul Maqdis dan berpesta arak di atas mayat-mayat kaum muslimin yang darahnya mencecah sehingga ke lutut!
Shalahuddin Al-Ayyubi yang merupakan seorang Muslim berbangsa Kurdish tidak berdiam diri bagi menyelamatkan kehormatan umat Islam yang berbangsa Arab di Baitul Maqdis! Bagi menghadapi kekuatan tentera salib, Salahuddin Al-Ayyubi terlebih dahulu menyatukan kekuatan umat Islam di Syria, Mesir, Sudan, Yaman, dan Hijaz sehingga berupaya membalas kembali kebiadaban tentera salib yang mengakibatkan 30,000 tentera salib mati dengan hina di tangan tentera umat Islam!
Panji inilah juga yang di junjung tinggi oleh perwira umat Islam, Sultan Muhammad Al-Fatih ketika membuka kota Konstantinople yang menjadi kubu kuat Rom Byzantium! Rasulullah saw pernah mengkhabarkan kepada kita di dalam hadithnya ketika sedang menggali Parit Khandaq;
"..Konstantinople akan jatuh ke tangan tentera Islam. Amirnya adalah sebaik-baik Amir, tenteranya adalah sebaik-baik tentera......"
(Hadis riwayat Imam Ahmad)
Panji inilah juga yang dibawa oleh Sultan Saifuddin Qutuz yang memerangi tentera Monggol di dalam peperangan Ain Jalut, dalam rangka membalas dendam darah 1.8 juta kaum muslimin yang ditumpahkan di Baghdad! Tentera Monggol yang tidak pernah kalak ketika itu yang menguasai jajahan seluas Poland sehingga Korea menjadi kegerunan manusia seluruh dunia memberikan pilihan kepada Qutuz samada berperang atau menyerah.
Saifuddin Qutuz tidak melakukan hal yang menghinakan umat Islam sepertimana pemimpin umat Islam saat ini yang melakukan perjanjian damai dan bersalaman dengan musuh yang tangannya penuh dengan darah umat Islam. Namun Saifuddin Qutuz bangkit mengembalikan maruah umat Islam yang dicalar oleh puak kuffar monggol! Malah beliau menempelak pemimpin-pemimpin yang takut menghadapi musuh dengan berkata:
"Wahai pimpinan muslimin! Kamu diberi gaji dari Baitul Mal sedangkan kamu tidak suka berperang. Aku akan pergi berperang. Sesiapa yang memilih untuk berjihad, temankan aku. Sesiapa yang tidak mahu berjihad, baliklah ke rumahnya. Allah akan memerhatikannya. Dosa kehormatan muslimin yang dicabuli akan ditanggung oleh orang yang tidak turut berjihad."
Wahai Kaum Muslimin! Telah nyata keberanian nenek moyang kalian! Mereka merupakan para pahlawan yang sanggup berjuang dan siap mati demi Islam! Dan telah nyata pengkhianatan yang dilakukan oleh pemimpin kalian yang ada pada hari ini! Mereka malah menjadi agen, menjadi hamba yang menuruti arahannya Amerika.
Mereka memberikan segala bahan galian kepunyaan umat iaitu minyak kepada Amerika dengan harga yang murah, mereka memberikan tanah-tanah umat kepada Amerika untuk membuat pangkalan tentera para syaitan yang memusuhi Allah, mereka memberikan ruang udara kita bagi mengebom saudara kita sendiri! Mereka menghulurkan tangan berjabat mesra dengan tangan pemimpin nombor satu umat Islam yang penuh dengan darah anak-anak Palestin, Iraq, dan Afghanistan! Apakah ini pemimpin-pemimpin seperti ini kita inginkan?
Apa kelebihan wanita?? Kenapa Wanita nak Cantik dan Ade yang sanggup mengaku dirinya Cantik??
Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, kerana itulah pintu hatinya, tempat dimana cinta itu ada. Setiap Wanita itu Cantik.Wanita Cantik yang solehah adalah :
1. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali. 2. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 lelaki soleh. 3. Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk daripada 1,000 lelaki yang jahat. 4. 2 rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil. 5. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya daripada badannya (susu badan) akan dapat satu pahala daripada tiap-tiap titik susu yang diberikannya. 6. Wanita yang melayan dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad. 7. Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak selesa kerana menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba. 8. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat isterinya dengan kasih sayang akan dipandang Allah dengan penuh rahmat. 9. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumahtangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 maalaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakut. 10. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat. 11. Wanita yang memerah susu binatang dengan "bismillah" akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan. 12. Wanita yang menguli tepung gandum dengan "bismillah", Allah akan berkatkan rezekinya. 13. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di baitullah. 14. Wanita yang menjaga solat, puasa dan taat pada suami, Allah akan mengizinkannya untuk memasuki syurga dari mana-mana pintu yang dia suka. 15. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari. 16. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari. 17. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji. 18. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid. 19. Jika wanita melayan suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun solat. 20. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempoh (2 tahun), maka malaikat-malaikat di langit akan khabarkan berita bahawa syurga wajib baginya. 21. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa. 22. Jika wanita memicit suami tanpa disuruh akan mendapat pahala tola emas dan jika wanita memicit suami bila disuruh akan mendapat pahala 7 tola perak.(ni aku xtau pe maksudnye.. 23. Wanita yang meninggal dunia dengan keredhaan suaminya akan memasuki syurga. 24. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadat. 25. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat, tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya iaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah.
Amatlah mudah bagi seorang wanita untuk menjejak Syurga. Namun begitu mengapa terlalu ramai yang masih hidup dalam kejahilan?Sang suami pula perlu ingat, tidak kamu jejaki syurga sebelum keluarga kamu menjejak syurga.
sekadar berkongsi ilmu... jeles gak ngn pompuan ni..mudah sgt..
Pada suatu ketika, kota Baghdad didatangi oleh seorang pendakyah Yahudi bernama Dahri. Kedatangannya mencetuskan kegemparan di kalangan umat Islam.
Dahri cuba merosakkan pegangan umat Islam dengan membahaskan soal-soal yang berhubung kait dengan ketuhanan. Dicabarnya para ulama Baghdad untuk berdebat dengannya. Setiap kali cabarannya disahut, hujah-hujah Dahri tidak pernah dapat dipatahkan sehingga akhirnya tidak ada lagi ulama Baghdad dan ulama-ulama di sekitarnya yang sanggup berhadapan dengannya.
Akhirnya wakil Khalifah menemui Imam Hammad bin Abi Sulaiman Al-Asy’ari, seorang ulama yang tidak kurang hebat ketokohannya serta kredibilitinya.
Khalifah memerintahkan perdebatan antara Imam Hammad dan Dahri disegerakan. Dan ia mesti dibuat di Masjid Jamek di tengah-tengah kota Baghdad. Sehari sebelum itu, Masjid Jamek telah penuh sesak dengan orang ramai.
“Maha suci Allah, maha suci Allah, maha suci Allah, sesungguhnya aku tiada daya usaha melainkan melainkan Allah lah pelindungku Tuhan yang maha tinggi lagi Maha Agung”. Lidah Imam Hammad terus melafazkan kalimat menyucikan segala tohmahan yang tidak layak bagi zat yang Maha Agung. Dia beristighfar terus.
Keesokannya, pagi-pagi lagi muncul Abu Hanifah, murid Imam Hammad yang paling rapat dan yang paling disayanginya. Namanya yang sebenar ialah Nu’man, yang ketika itu usianya masih remaja. Bila ternampak keadaan gurunya yang gundah gulana itu, Abu Hanifah pun bertanya untuk mendapat kepastian. Lalu Imam Hammad menceritakan keadaan yang sebenar.
Membantu guru
Beliau juga memohon izin membantu gurunya berdepan dengan si Dahri. Maka berangkatlah ilmuwan belasan tahun itu bersama gurunya ke Masjid Jamek di mana majlis dialog akan diadakan yang dihadiri oleh orang ramai dan Khalifah. Seperti biasanya, sebelum menyampaikan dakyahnya, Dahri mencabar dan memperlekeh-lekehkan ulama dengan bersuara lantang dari atas pentas.
“Hai Dahri, apalah yang digusarkan. Orang yang mengetahuinya pasti menjawabnya!” Tiba-tiba suara Abu Hanifah memeranjatkan Dahri dan menyentakkan kaum Muslimin yang hadir. Dahri sendiri terkejut. Matanya memandang tajam mata Abu Hanifah yang masih muda.
“Siapa kamu hai anak muda? Berani sungguh menyahut cabaranku...Sedangkan ulama yang hebat-hebat, yang berserban dan berjubah labuh telah ku kalahkan...!” Lantang suara Dahri membidas Abu Hanifah.
“Wahai Dahri,” balas Abu Hanifah, “Sesungguhnya Allah tidak mengurniakan kemuliaan dan kebesaran itu pada serban atau jubah yang labuh. Tetapi Allah mengurniakan kemuliaan kepada orang-orang yang berilmu dan bertakwa”.
Abu Hanifah lalu membacakan firman Allah s.w.t yang bermaksud: Allah telah meninggikan darjat orang beriman dan berimu antara kamu beberapa darjat. (Al-Mujadalah: 11)
Geram rasanya hati Dahri mendengarnya kepetahan lidah pemuda ini berhujah. Maka berlangsunglah majlis dialog.
“Benarkah Allah itu wujud?,” soal Dahri memulakan majlis dialognya.
“Bahkan Allah memang wujud,” tegas Abu Hanifah.
“Kalau Allah maujud (wujud), di manakah tempatnya..?” Suara Dahri semakin meninggi.
“Allah tetap wujud tetapi dia tidak bertempat!” jelas Abu Hanifah.
“Hairan, kau kata Allah itu wujud, tetapi tidak bertempat pula...?” bantah Dahri sambil tersenyum sinis kepada hadirin.
“Ah, itu senang sahaja wahai Dahri. Cuba kau lihat pada dirimu sendiri. Bukankah pada dirimu itu ada nyawa...,” Abu Hanifah berhujah.
“Bahkan, memang aku ada nyawa, dan memang setiap makhluk yang bernafas itu ada nyawa...!,” sahut Dahri.
“Tetapi adakah kau tahu di manakah letaknya nyawa atau rohmu itu...? Dikepalakah, diperutkah atau adakah dihujung tapak kakimu..?” Tersentak Dahri seketika.
Setelah itu Abu Hanifah mengambil segelas susu lalu lalu berkata: “Adakah dalam air susu ini ada terkandung lemak...?”
Pantas Dahri menjawab, “Ya, bahkan!”
Abu Hanifah bertanya lagi, “Kalau begitu di manakah lemak itu berada...? Di bahagian atasnya atau di bawahkah...?” Sekali lagi Dahri tersentak, tidak mampu menjawab pertanyaan Abu Hanifah yang petah itu.
“Untuk mencari di manakah roh dalam jasad dan di manakah kandungan lemak dalam susu ini pun kita tidak upaya, masakan pula kita dapat menjangkau di manakah beradanya Zat Allah s.w.t di alam maya ini? Zat yang mencipta dan mentadbir seluruh alam ini termasuk roh dan akal dangkal kita ini, pun ciptaan-Nya, yang tunduk dan patuh di bawah urusan tadbir kerajaan-Nya Yang Maha Agung...!”
“Hai anak muda! Apakah yang wujud sebelum Allah. Dan apa pula yang muncul selepas Dia nanti...” soal Dahri lagi.
“Wahai Dahri! Tidak ada suatu pun yang wujud sebelum Allah s.w.t dan tidak ada sesuatu jua yang akan muncul selepas-Nya. Allah tetap Qadim dan Azali. Dialah yang Awal dan Dialah yang Akhir,” tegas Abu Hanifah, ringkas tapi padat.
“Pelik sungguh! Mana mungkin begitu....Tuhan wujud tanpa ada permulaannya? Dan mana mungkin Dia pula yang terakhir tanpa ada lagi yang selepas-Nya....?,” Dahri cuba berdalih dengan minda logiknya.
Dengan tersenyum Abu Hanifah menjelaskan, “Ya! Dalilnya ada pada diri kamu sendiri. Cuba kau lihat pada ibu jari mu itu. Jari apakah yang kau nampak berada sebelum jari ini..?” Sambil menuding ibu jarinya ke langit.
Tidak terfikir
Beberapa hadirin turut berbuat demikian. “Dan pada jari manis kau itu, ada lagikah jari yang selepasnya...” Dahri membelek-belek jarinya. Tidak terfikir dia persoalan yang sekecil itu yang diambil oleh Abu Hanifah.”
“Jadi...! Kalaulah pada jari kita yang kecil ini pun, tidak mampu kita fikir, apatah lagi Allah Zat Yang Maha Agung itu, yang tiada suatu pun yang mendahului-Nya dan tiada sesuatu yang kemudian selepas-Nya.”
Sekali lagi Dahri tercenggang. Bungkam. Namun masih tidak berputus asa untuk mematahkan hujah anak muda yang telah memalukannya di khalayak ramai. Khalifah memerhatikan sahaja gelagat Dahri dengan penuh tanda tanya. Dahri berfikir seketika, mencari jalan, mencari idea. Semacam suatu ilham baru telah menyuntik mindanya, iapun tersenyum lalu bertanya.
“Ini soalan yang terakhir buat mu, hai.. budak mentah!,”. Sengaja Dahri mengeraskan suaranya agar rasa malunya itu terperosok, dan seolah-olah memperkecilkan kemampuan Abu Hanifah.
“Allah itu ada, kata mu. Ha! apakah pekerjaan Tuhanmu ketika ini?” Soalan tersebut membuat Abu Hanifah tersenyum riang.
“Ini soalan yang sungguh menarik. Jadi kenalah dijawab dari tempat yang tinggi supaya dapat didengar oleh semua orang,” katanya. Pemuda ideologi Ad-Dahriyyun yang sedari tadi mentalitinya dicabar terus, berjalan turun meninggalkan mimbar masjid Jamek, memberi tempat untuk Abu Hanifah:
“Wahai sekelian manusia. Ketahuilah bahawa kerja Allah ketika ini ialah menggugurkan yang batil sebagaimana Dahri yang berada di atas mimbar, diturunkan Allah ke bawah mimbar. Dan Allah juga telah menaikkan yang hak sebagaimana aku, yang berada di sana, telah dinaikkan ke atas mimbar Masjid Jamek ini... !”
Bagai halilintar, hujah Abu Hanifah menerjah ke dua-dua pipi Dahri. Seiring dengan itu bergemalah pekikan takbir dari orang ramai. Mereka memuji-muji kewibawaan Abu Hanifah yang berjaya menyelamatkan maruah Islam dari lidah Dahri yang sesat lagi menyesatkan itu.
Firman Allah s.w.t yang bermaksud, Dialah yang awal dan dialah yang akhir, dan yang zahir dan yang batin, dan dialah yang mengetahui akan tiap-tiap sesuatu. (al-Hadid: 3) dalam ayat yang keempat daripada surah yang sama Allah berfirman yang bermaksud, … dan dia tetap bersama kamu di mana sahaja kamu berada.
Maksudnya Allah s.w.t sentiasa mengawasi manusia dengan ilmunya, memerhati, mendengar serta berkuasa ke atas mereka biar di mana sahaja mereka berada. Di dalam fahaman ahli sunnah adalah ditegah mengishbat tempat bagi Allah, dengan menentukan lokasi baginya.
Ini kisah benar..kisah seorang gadis Melayu, beragama Islam, tapi cetek pengetahuan tentang agama. Ceritanya begini, di sebuah negeri yang melaksanakan dasar 'Membangun Bersama Islam', kerap kali pihak berkuasa tempatan menjalankan pemeriksaan mengejut di premis-premis perniagaan dan kompleks beli-belah, untuk memastikan para pekerja di premis berkenaan menutup aurat.
Aku tak pasti berapa jumlah denda yang dikenakan sekiranya didapati melakukan kesalahan, tapi selalunya mereka akan diberi amaran bagi kesalahan pertama, dan didenda jika didapati masih enggan mematuhi garis panduan yang ditetapkan. Lazimnya dalam setiap operasi sebegini, seorang ustaz ditugaskan bersama dengan para pegawai pihak berkuasa tempatan. Tugasnya adalah untuk menyampaikan nasihat secara berhemah, kerana hukuman dan denda semata-mata tidak mampu memberi kesan yang mendalam.
Dalam satu insiden, ketika operasi yang dijalankan sekitar 2005, seorang gadis yang bekerja di salah satu lot premis perniagaan di Pasaraya Billion telah didapati melakukan kesalahan tidak menutup aurat. Maka dia pun kena denda la...setelah surat saman dihulurkan oleh pegawai PBT, ustaz ni pun bagi la nasihat, "..lepas ni diharap saudari insaf dan dapat mematuhi peraturan..peratura n ni bukan semata-mata peraturan majlis perbandaran, tapi menutup aurat ni termasuk perintah Allah. Ringkasnya, kalau taat segala perintahNya, pasti Dia akan membalas dengan nikmat di syurga..kalau derhaka tak nak patuhi perintahNya, takut nanti tak sempat bertaubat, bakal mendapat azab di neraka Allah. Tuhan Maha Penyayang, Dia sendiri tak mahu kita campakkan diri ke dalam neraka..."
Gadis tersebut yang dari awal mendiamkan diri,tiba-tiba membentak "Kalau Tuhan tu betul-betul baik, kenapa buat neraka? Kenapa tak boleh sediakan syurga je? Macam tu ke Tuhan Maha Penyayang?" Mungkin dari tadi dia dah panas telinga, tak tahan dengar nasihat ustaz tu..dah la hati panas kena denda sebab dia tak pakai tudung..
Ustaz tu terkedu sekejap. Bahaya budak ni. Kalau dibiarkan boleh rosak akidah dia. Setelah habis gadis tu membebel, ustaz tu pun jawab:"Dik, kalau Tuhan tak buat neraka, saya tak jadi ustaz. Berapa sen sangat gaji saya sekarang. Baik saya jadi tokey judi, atau bapa ayam.. hidup senang, lepas mati pun tak risau sebab gerenti masuk syurga... Mungkin awak ni pun saya boleh culik dan jual jadi pelacur. Kalau awak nak lari, saya bunuh je. Takpe, sebab neraka tak ada. Nanti kita berdua jumpa lagi kat syurga..Kan Tuhan tu baik?"
Gadis tu terkejut. Tergamak seorang ustaz cakap macam tu? Sedang dia terpinga-pinga dengan muka confused, ustaz tu pun jelaskan: "perkara macam tadi akan berlaku kalau Tuhan hanya sediakan syurga. Orang baik,orang jahat, semua masuk syurga..maka apa guna jadi orang baik? Jadi orang jahat lebih seronok. Manusia tak perlu lagi diuji sebab semua orang akan 'lulus' percuma. Pembunuh akan jumpa orang yang dibunuh dalam syurga..perogol akan bertemu lagi dengan mangsa rogol di syurga..lepas tu boleh rogol lagi kalau dia nak..takde siapa yang terima hukuman. Sebab Tuhan itu 'baik'. Adakah Tuhan macam ni yang kita nak? Awak rasa, adil ke?"; tanya ustaz.
"Ah...mana adil macam tu. Orang jahat takkan la terlepas camtu je.." rungut si gadis.
Ustaz tersenyum dan menyoal lagi: "Bila tuhan tak adil, boleh ke dianggap baik?"
Gadis tu terdiam.
Ustaz mengakhiri kata-katanya:"Adik, saya bagi nasihat ni kerana kasih sesama umat Islam. Allah itu Maha Penyayang, tapi Dia juga Maha Adil. Sebab tu neraka perlu wujud. Untuk menghukum hamba-hambaNya yang derhaka, yang menzalimi diri sendiri dan juga orang lain. Saya rasa awak dah faham sekarang. Kita sedang diuji kat atas dunia ni. Jasad kita bahkan segala-galanya milik Allah, maka bukan HAK kita untuk berpakaian sesuka hati kita. Ingatlah; semuanya dipinjamkan olehNya, sebagai amanah dan ujian..semoga kita dapat bersabar dalam mentaati segala perintahNya, untuk kebaikan diri kita jugak.